Kuasai Pasar, Solusi Tunas Pratama Bangun 1000 Tower

Siapkan Dana Rp 1,5 Triliun

Jumat, 17/05/2013

NERACA

Jakarta –Menangkap peluang pesatnya pertumbuhan bisnis layanan data, perusahaan penyewaan menara BTS, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) akan terus memperbanyak menara. Tahun ini, perseroan menargetkan pembangunan menara hingga 1.000 menara.

Direktur Utama PT Solusi Tunas Pratama Tbk, Nobel Tanihaha mengatakan, dari target pembangunan menara antara 800 hingga 1.000 menara, “Kuartal pertama tahun ini telah terealisasi sekitar 200 menara. Jumlah menara keseluruhan yang dimiliki dari pembangunan dan akuisisi pada 2012 sebanyak 637 menara,”katanya di Jakarta, Kamis (16/5).

Dia mengungkapkan, pembangunan 200 menara tersebut telah menelan dana investasi sekitar Rp 250 miliar. Pasalnya, untuk biaya pembangunan satu tower menghabiskan dana sebesar Rp 1 sampai 1,2 miliar.

Selain itu dia juga menjelaskan bahwa dana hasil right issue sudah habis digunakan untuk pembangunan menara pada tahun 2012. Perseroan telah dapatkan dana baru dari hasil pinjaman sindikasi sebesar US$300 juta. Dimana sumber pinjaman tersebut didapat dari Standard Charted bank dan DBS bank.

Kata Nobel, dari jumlah tersebut, term loan sebesar US$ 258 juta dan revolving loan US$ 25,8 juta dan Rp 250 miliar. Dana ini akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman perseroan, pengembangan usaha dan modal kerja.

Tidak Bagikan Dividen

Sementara Direktur Keuangan STP Juliawati Gunawan menyatakan bahwa tahun ini tidak ada pembagian dividen, “Para pemegang saham setuju untuk tidak membagikan dividen, karena laba akan dimasukan ke dalam laba ditahan untuk pengembangan usaha", tandasnya.

Untuk akuisis sendiri, perseroan tidak menargetkan karena saat ini tidak banyak perusahaan operator banyak yang jual menara. Oleh karena itu, akuisisi tergantung pada pihak yang akan menjual.

Sepanjang kuartal pertama, perseroan membukukan kenaikan pendapatan hingga 52,3% atau menjadi Rp 162,7 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 106,8 miliar. Penyewaan site STP juga tumbuh 31,7%.

STP juga telah melakukan Penawaran Umum Terbatas I pada 6 Maret lalu dengan dana yang didapatkan sebesar Rp 644 miliar dengan jumlah saham baru 135 juta. Sampai 30 April kemarin, 59.273.791 waran dikonversi menjadi saham dengan total perolehan Rp 284,5 miliar.

Untuk kinerja tahun 2012 lalu, STP berhasil menaikan pendapatan 60% atau menjadi Rp 529,4 miliar dan Ebitda juga tumbuh 59% atau menjadi Rp 442 miliar,”Untuk pertumbuhan ekuitas pada 2012 sebesar 90,9% dari tahun sebelumnya, dikombinasikan dari modal disetor dengan right issue dan laba ditahan. Sehingga tercapai angka Rp 1,7 triliun,”kata Juliawati.

Tidak mau kalah, pesaingnya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah menyediakan dana untuk mengakuisisi beberapa BTS tahun ini. Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi pernah bilang, kalau ada yang menjual tower telekomunikasi, perseroan siap untuk membelinya dan nantinya akan dijual kembali sebagai tower bersama, “Kita tidak bisa sebutkan belanja modal tahun ini. Pada prinsipnya, secara keuangan kita sudah siap," tegasnya.

Menurutnya, kesiapan perusahaan dari segi keuangan berdasarkan dana obligasi yang sebelumnya diterbitkan sebesar US$300 juta dan kas internal perseroan serta pinjaman perbankan yang belum ditarik. (nurul)