Terbitkan Obligasi, Pegadaian Tunjuk Tiga Sekuritas

NERACA

Jakarta-PT Pegadaian (Persero) menyatakan keseriusannya untuk merealisasikan rencana penerbitan obligasi melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) hingga Rp7 triliun. Bahkan, saat ini pihaknya telah menunjuk perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai pelaksana penjamin emisi (underwriter) untuk penerbitan obligasi tersebut. “Ada tiga underwriter BUMN, yaitu Bahana Securities, Danareksa Securities, dan Mandiri Sekuritas. Mudah-mudahan bisa di bulan ini.” kata Direktur Keuangan Pegadaian, Dwi Agus Pramudya di Jakarta, Kamis (16/5).

Menurutnya, dalam penerbitan obligasi tersebut, perseroan juga akan mempertimbangkan kondisi pasar. Karena itu, tidak menutup kemungkinan sebagian dana akan didapatkan melalui pinjaman perbankan. “Jika bunga perbankan lebih menarik sebagian ke perbankan.” ujarnya.

Selain itu, sejauh ini penerbitan obligasi tidak menjadi salah satu andalan perseroan dalam mencari sumber pendanaan. Seperti yang direncanakan, untuk tahap awal Pegadaian akan melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi sebesar Rp2 triliun, dan sisanya diharapkan bisa diselesaikan hingga dua tahun. “Obligasi kita ajukan dalam bentuk PUB sebesar Rp7 triliun, maksimal dua tahun dengan tahap pertama pada Juni sebesar Rp2 triliun.” jelasnya.

Disampaikan sebelumnya, perseroan akan meminta izin kepada pemegang saham dalam penerbitan obligasi ini. Jika pemegang saham memberikan izin, rencananya obligasi tahap pertama akan diterbitkan senilai Rp2 triliun pada bulan Juni.

Adapun komposisi sumber pendanaan perseroan, yaitu sebesar 60% berasal dari perbankan dan 40% dari penerbitan obligasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pemegang saham agar diberi keleluasaan untuk meminta dana lebih dari sekitar Rp5 triliun.

Sementara terkait kinerja perseroan, pada tahun ini Pegadaian menargetkan pendapatan mencapai Rp8,8 triliun, atau naik sebesar Rp 7,7 triliun dibandingkan pendapatan tahun lalu. Mengingat, pendapatan perseroan dipengaruhi harga emas, perseroan berharap harga emas di tahun ini tetap stabil dan dapat menetapkan standar logam milik perseroan.

Dwi menyebutkan, sekitar 90-95% kontribusi produk emas untuk Pegadaian. Asumsinya, dengan sasaran pertumbuhan aset sekira 30-40% di 2013. Menurut dia, pendapatan aset pada 2012 mencapai sekira Rp29 triliun dan pada 2013 menargetkan sekira Rp49 triliun, sehingga menargetkan pendapatan sekira Rp8,8 triliun di 2013. \\\"Strategi perusahaan masih tetap portfolio 85% digadai, tiga persen bisnis-bisnis lain seperti fidusia atau emas, 12% untuk gadai syariah,\\\" ungkapnya.

Untuk laba bersih, perseroan menargetkan pertumbuhan mencapai sekitar Rp2,23 triliun atau tumbuh sekira 23% dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp1,9 triliun setelah pajak. Sementara omzet gadai sebesar Rp126 triliun, dikonversikan dengan outstanding keseluruhan mencapai Rp36 triliun. (lia)

Related posts