PIP Siapkan Rp1,5 Triliun di 2013 - Dorong Perekonomian Daerah

NERACA

Medan - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan pada tahun ini menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk disalurkan sebagai pinjaman dana investasi kepada daerah yang membutuhkan. Kepala PIP, Soritaon Siregar, mengaku kalau anggaran tersebut jumlah lebih tinggi dari yang disalurkan PIP di 2012 sekitar Rp1,21 triliun. “Kita anggarkan Rp1,5 triliun. Jika jumlahnya ternyata masih kurang, kita siap menambah alokasi dana tersebut,” ungkap Soritaon di Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/5). Dia mengatakan, dari Rp1,5 triliun yang akan disalurkan, hingga mendekati akhir semester I 2013, belum ada dana yang disalurkan sebagai pinjaman, baik kepada Pemerintah Kota/Kabupaten maupun Provinsi. \"Memang sudah ada puluhan permohonan pinjaman dari berbagai daerah. Tapi masih sedang dalam proses evaluasi untuk ditetapkan apakah disetujui atau tidak,\" katanya.

Persyaratan memperoleh pinjaman itu antara lain adalah adanya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tiga tahun terakhir hasil audit Badan Pemeriksa Keaungan (BPK) dengan opini minimal Wajar dengan Pengecualian (WDP), surat pesetujuan DPRD hingga rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah, termasuk adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pinjaman dan surat pernyataan tanggung jawab mutlak Kepala Daerah.

\"Kalau semua persyaratan sudah dipenuhi dan hasil analisis kelayakan dan risiko dinilai bagus, baru PIP mengucurkan dana pinjaman ke daerah itu,\" jelas Soritaon. Namun dirinya mengaku tidak bisa mengingat daerah-daerah yang mengajukan permohonan, termasuk soal apakah ada tidak yang berasal dari Pemerintah Kota Medan atau Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

\"Saya tidak ingat nama daerah yang mengajukan permohonan. Tapi tahun 2012 Pemkot Medan ada penyaluran lebih dari Rp77,45 miliar untuk pembangunan/peningkatan pasar tradisional,\" papar dia. Pinjaman kepada Pemerintah Kota Medan, lanjut Soritaon, untuk jangka waktu lima tahun. \"PIP memang mengutamakan proyek infrastruktur dasar yang bertujuan untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat,\" ujar dia.

Reformasi belum menyentuh

Masyarakat yang dimaksud adalah kelas menengah ke bawah yang betul-betul membutuhkan seperti untuk pembangunan jalan, irigasi, terminal dan rumah sakit. Dia menegaskan pengembangan pemanfaatan energi terbarukan seperti pembangkit listrik mikrohidro, geothermal dan tenaga angin juga menjadi sasaran proyek yang didanai PIP tahun 2013. Sementara guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Ramli, menyebutkan reformasi ekonomi yang dilakukan hingga dewasa ini belum mengarah kepada yang lebih strategis dalam pengembangan potensi daerah. Sumberdaya alam yang berlimpah dan sumberdaya manusia besar, nyatanya belum bisa mempercepat pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur dan sektor riil. \"Keberadaan PIP bisa menjadi solusi bagi daerah untuk mengejar ketertinggalan atau untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian di daerahnya karena masalah keterbatasan dana bisa diatasi melalui pinjaman PIP,\" tandas Ramli. [ardi]

BERITA TERKAIT

Dunia Memuji Perekonomian Indonesia

  Oleh: Karina Stefani, Pengamat Ekonomi Siapa bilang perekonomian kita menurun? Justru sebaliknya saat ini Indonesia sedang hangat-hangatnya dipuji di…

Produsen Pupuk Siapkan Teknologi Padi Lahan Rawa

NERACA Jakarta – Produsen pupuk siap mendukung program Kementerian Pertanian mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa pasang surut dan lebak untuk mengantarkan…

MA Siapkan 977 SDM untuk Pengadilan Baru

MA Siapkan 977 SDM untuk Pengadilan Baru NERACA Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menyiapkan 977 aparatur peradilan sebagai sumber daya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tuai Polemik, Dana Kelurahan Terganjal Aturan

      NERACA   Jakarta – Dana kelurahan yang disiapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam RAPBN 2019 menganggarkan Rp3…

Pemerintah Diminta Perhatikan Daya Beli

      NERACA   Jakarta - Pemerintah harus memperhatikan permasalahan daya beli masyarakat di samping terus melakukan pembangunan infrastruktur.…

Transcend Beri Perlindungan Data Berlapis

  NERACA   Jakarta - Fenomena data corrupt (data rusak) adalah masalah yang sering dialami pengguna hard-disk eksternal. Ketika hard-disk…