Akhir Pekan, IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

Jumat, 17/05/2013

NERACA

Jakarta – Penguatan indeks Bursa Efek Indonesia yang terjadi sepanjang perdagangan Kamis kemarin, akhirnya ditutup melemah akibat aksi jual investor menjelang penutupan perdagangan. Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 11,202 poin (0,22%) ke level 5.078,678. Sementara Indeks LQ45 melemah 0,815 poin (0,10%) ke level 856,072.

Kata Kepala Riset Etrading Securities, Bertrand Raynaldi mengatakan, aksi jual investor menghambat penguatan indeks BEI,“Investor asing tercatat melakukan jual bersih saham (net sell) di pasar reguler sebesar Rp36 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan Semen Indonesia (SMGR)," katanya di Jakarta, Kamis (16/5).

Dia menambahkan, secara teknikal pelemahan IHSG BEI masih merupakan konsolidasi dalam kisaran yang sempit. Maka untuk perdagangan saham Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi di kisaran 5.030-5.115 poin.

Menurutnya, saham-saham yang layak di koleksi antara lain Garam (GGRM), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Ultra Jaya Milk Industry & Trading (ULTJ). Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, minimnya sentimen positif di dalam negeri membuat investor saham melakukan aksi ambil untung menjelang penutupan perdagangan, “IHSG BEI ditutup melemah setelah sepanjang perdagangan Kamis berada di area positif. Bursa regional sendiri bergerak berfluktuasi,"ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan terkena aksi ambil untung sehingga berjatuhan ke zona merah. Kecuali saham-saham unggulan berbasis konsumer yang masih bisa menguat. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 157.349 kali pada volume 5,209 miliar lembar saham senilai Rp 6,115 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 149 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di Asia berakhir mixed meski dapat sentimen positif dari pasar global. Posisinya yang rata-rata sudah tinggi dimanfaatkan investor untuk mengambil untung. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 14.500 ke Rp 1,43 juta, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 2.400 ke Rp 14.500, Waran Solusi Tunas Pratama (SUPR-W) naik Rp 1.700 ke Rp 2.100, dan Dian Swastatika (DSS) naik Rp 1.100 ke Rp 15.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 1.250 ke Rp 8.250, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 25.200, Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 400 ke Rp 8.800, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 85.500.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 15,244 poin (0,30%) ke level 5.105,124. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,696 poin (0,31%) ke level 859,583. Enam dari sepuluh indeks sektoral di lantai bursa masih bisa menguat, membuat indeks bertahan di zona hijau. Empat sektor terkena koreksi, dipimpin oleh saham-saham berbasis komoditas.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 89.544 kali pada volume 2,868 miliar lembar saham senilai Rp 3,288 triliun. Sebanyak 139 saham naik, sisanya 97 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 14.500 ke Rp 1,43 juta, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 2.400 ke Rp 14.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 54.300, dan Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 34.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 900 ke Rp 85.000, Asahimas (AMFG) turun Rp 600 ke Rp 8.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 31.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 17.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 1,69 poin atau 0,03% ke posisi 5.091,57, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,31 poin (0,04%) ke level 857,20. Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, sentimen positif dari bursa regional mendorong indeks BEI kembali melanjutkan penguatan. "Penguatan bursa kawasan regional itu seiring dengan optimisme dari penguatan indeks Dow Jones yang menembus rekor baru,"tuturnya.

Namun, dia menambahkan penguatan indeks BEI cenderung terbatas menyusul pelaku pasar masih menanti dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan dilakukan akhir bulan ini.

Sedangkan analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan, indeks BEI dapat kembali menguat memfaktorkan sentimen dari regional dengan didorong oleh kenaikan sektor perbankan, infrastruktur, dan konsumer.

Namun, lanjut dia, sektor properti diproyeksikan bergerak mendatar, seiring dengan wacana Bank Indonesia (BI) untuk kembali memperketat Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 10,02 poin (0,04%) ke level 23.054,26, indeks Nikkei-225 turun 75,36 poin (0,50%) ke level 15.020,67, dan Straits Times melemah 3,36 poin (0,10%) ke posisi 3.438,17. (bani)