OJK Siapkan Infrastruktur Sambut ASEAN Linkage - Hadapi Persaingan Pasar Modal di Asia

NERACA

Jakarta - Kendatipun diawal industri pasar modal dalam negeri pernah menyatakan tidak siap menghadapi ASEAN Linkage, namun hal tersebut tidak membuat pasrah pasar modal dalam negeri. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku akan terus mempersiapkan industri pasar modal Indonesia menghadapi ASEAN Linkage.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, ada tiga hal yang harus disiapkan oleh pelaku industri maupun regulator demi menghadapi persaingan dengan negara tetangga, “Pengembangan kapasitas organisasi di masing-masing lembaga dan regulator ini harus segera terbangun dan saling terintegrasi,”katanya kemarin.

Dia mengemukakan, yang harus dipersiapkan oleh regulator dan pelaku industri adalah perlunya pengembangan kapasitas, pengembangan sumber daya manusia serta profesionalisme baik antar regulator ekonomi di Indonesia ataupun antar pelaku industri.

Kemudian, lanjut dia, juga harus membangun infrastruktur perangkat keras (hardware) dan lunak (software) disertai dengan dukungan dari pengembangan informasi dan teknologi sehingga tercipta pasar yang efisien.\"Sedangkan hal ketiga adalah pendalaman pasar agar Indonesia dapat memenangkan persaingan dalam lingkup antar negara-negara ASEAN,\" kata Muliaman.

Kata Muliaman, inti dari pendalaman pasar adalah menciptakan variasi produk investasi yang lebih beragam, penambahan jumlah investor domestik serta menambah likuiditas pasar obligasi. Oleh karena itu, pasar modal harus dapat menjadi sumber pembiayaan bagi perusahaan domestik yang mudah diakses oleh semua pihak.

Maka dari itu, diperlukan sosialisasi ke beberapa daerah dengan BEI. Selain itu, lanjut Muliaman, peningkatan tata kelola perusahaan (GCG) yang baik juga menjadi salah satu hal penting untuk terus dilakukan oleh OJK dan BEI.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner Pengawasan Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan beberapa cara untuk mengembangkan pasar modal Indonesia yakni dengan menambah jumlah emiten.\"Selain itu, kami juga sedang melakukan kajian secara menyeluruh dan telah membentuk tim untuk segera menunjuk konsultan dalam membuat likuiditas pasar obligasi domestik menarik. Tim konsultan itu nantinya akan melihat kendala yang menyebabkan transaksi obligasi di pasar modal Indonesia masih belum berkembang,\"tandasnya.

Nurhaida menjelaskan, jika ada kendala dari perpajakan maka OJK bersama BEI akan berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Pajak untuk mencari solusinya. Sedangkan jika kendalanya pada belum adanya lindung nilai (hedging) untuk produk obligasi maka OJK akan membuat regulasi yang memungkinkan pelaku industri untuk membuat produk investasi yang berfungsi sebagai \"hedging\" bagi transaksi obligasi. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen Asia Dukung Penguatan IHSG

Mengakhiri perdagangan Rabu sore kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat sebesar 34,23 poin seiring…

Alfa Energi Bidik Pasar Ekspor India - Perluas Penetrasi Pasar

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan penjualan, PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) terus memperluas pasar ekspor batubara dan teranyar berencana membidik…

Lagi, GNA Group Luncurkan Golden Park3 Serpong - Minat Pasar Cukup Tinggi

NERACA Serpong- Menyusul kesuksesan pengembangan beberapa kawasan hunian di wilayah Jabodetabek, pengembang GNA Group melalui anak usahanya PT Graha Nuansa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…