Saham Steady Safe Kembali Diperdagangkan

Perdagangan saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) kembali diperdagangkan setelah sebelumnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (16/5).

Disebutkan, suspensi dicabut setelah perseroan melakukan pembayaran Annual Listing Fee (ALF) tahun 2013 beserta dendanya. Kepala Divisi Perdagangan saham BEI, Andre P.J Toelle mengatakan, saham SAFE telah dibuka kembali perdagangannya di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi pertama Kamis kemarin. \"Mulai sesi pertama saham SAFE telah dapat diperdagangkan kembali di seluruh pasar,”katanya.

Seperti diketahui, BEI menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham SAFE diseluruh pasar sejak tanggal 18 Februari 2013 terkait dengan pembayaran biaya pencatatan tahunan (ALF) tahun 2013 yang belum dilakukannya. (bani)

BERITA TERKAIT

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dicatatkan di Singapura - Garuda Optimis Bond Mampu Diserap Pasar

NERACA Jakarta – Danai pelunasan utang, PT Garuda Indonesia (Persero) bakal menerbitkan global bond dan hingga US$ 750 juta. Aksi…

OJK Edukasi Pasar Modal Syariah di Bekasi

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengintensifkan sosialisasi seputar pasar modal berbasis syariah guna meningkatkan pengetahuan dan penerimaan masyarakat seperti dilakukan…

META Bagikan Dividen Rp 2,5 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal membagikan dividen interim kepada seluruh pemegang saham sebesar Rp 2,5 per…