Kementan Buka Peluang Impor Sapi dari Perancis

Jumat, 17/05/2013

NERACA

Jakarta – Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Corrinne Breuze meminta kepada pemerintah Indonesia untuk membuka pasar daging sapi dari Perancis. Akan tetapi, menurut Menteri Pertanian Suswono menyatakan bahwa saat ini Perancis dinilai oleh organisasi kesehatan hewan internasional (OIE) masih belum bebas terhadap penyakit mulut dan kuku. Namun begitu, Mentan membuka kemungkinan bisa mengimpor daging sapi dari Perancis asalkan negara tersebut telah dinyatakan bebas dari penyakit mulut dan kaki.

"Jika OIE sudah menyatakan Prancis bebas PMK kemungkinan bisa mengeskpor ke Indonesia asal memenuhi prosedur dan persyaratan yang ditetapkan," ujar Suswono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/5). Saat ini, Indonesia memiliki kebijakan country based terkait dengan impor daging sapi. Karena itu, Indonesia tidak bisa menerima produk daging sapi dari negara-negara yang masih belum bebas penyakit kuku dan mulut (PMK).

Sebagaimana diketahui Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan Indonesia harus kembali ke country based, tidak lagi menganut zona based. Sehingga daging yang masuk harus dari negara yang benar-benar bebas penyakit PMK. Jika ada salah satu wilayah dari negara tersebut yang masih terjangkit PMK, maka dianggap belum bebas PMK, dan Indonesia tidak dapat menerima produk daging sapinya.

Mentan mengungkapkan pertemuannya dengan Duta Besar Perancis tersebut membahas soal keinginan Prancis untuk memasok daging sapi ke Indonesia, pertemuan juga membahas soal kerja sama Indonesia-Prancis dalam bidang pertanian. Dubes Prancis menyampaikan, kerja sama pertanian Indonesia dengan CIRAD (lembaga riset Perancis untuk pertanian) sampai saat ini berjalan baik, termasuk kerja sama pengembangan kelapa sawit. Pihaknya menyampaikan, Februari 2014 mendatang akan digelar konferensi besar tentang palm oil di Bali.

Breuze juga mengemukakan, pada April 2013 tim dari Prancis sudah melakukan kunjungan ke Sumatera untuk melihat secara langsung perkebunan kelapa sawit. Mereka memberikan penilaian positif terhadap kelapa sawit Indonesia.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai bahwa hingga lima tahun ke depan, Indonesia masih akan mengimpor daging sapi karena produksi sapi lokal masih sulit memenuhi kebutuhan daging nasional. "Lima tahun lagi impor daging sapi masih akan terjadi, jadi ya impor sajalah," kata Dahlan.

Kelebihan Pasokan

Menurut Dahlan, dalam hitungan kasar, Indonesia kelebihan daging sapi karena total produksi dan kebutuhannya sesuai. Kebutuhan daging sapi per orang mencapai sekitar 1,9 kilogram per tahun, sementara produksi daging mencapai 14 juta ekor. Namun pada kenyataannya, produksi sapi lokal belum mencukupi kebutuhan sehingga harus ada impor.

Dia menuturkan, data tersebut kemungkinan bisa salah atau benar. Akan tetapi, menurutnya, ada sejumlah pihak yang memanfaatkan kesempatan dalam impor daging sapi. "Jadi kalau di Singapura, harga daging sekitar Rp45.000 per kg, sementara di Jakarta harganya RP90.000 per kg. Singapura kan impor juga, itu artinya importir (kita) labanya besar sekali, bisa dilihat dari selisih harga yang besar," katanya.

Oleh karena itu, Dahlan mengatakan bahwa izin impor harus diberikan kepada lembaga khusus seperti halnya impor beras yang dilakukan Bulog. Bulog, yang bisa mengimpor beras, pada 2012 meraih untung hingga Rp800 miliar. Akan tetapi, Bulog merugi karena laba mereka dikembalikan lagi untuk membeli beras ke petani. "Pemikiran ini yang saya kira bisa diadopsi untuk daging. Jadi yang diberi hak impor daging, harus tolong peternak daging, yang diberi hak impor gula, harus tolong petani tebu," katanya.

Dikala pemerintah sedang genjar memenuhi permintaan pasokan daging di dalam negeri dengan cara impor, namun realisasi impor yang dilakukan oleh importir justru cukup rendah. Untuk itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Syukur Iwantoro meminta agar para importir daging untuk segera merealisasikan kuota yang dimiliki. Jika kuota impor pada semester satu tidak terpakai, maka jatah tersebut akan hangus. Izin digunakan sesuai jadwal pemasukan yang telah diajukan sebelumnya. "Kami sudah menetapkan jadwal pemasukannya, yang tidak terealisasi akan hangus," ujar Syukur.