Pasar Modal Perlu Perbaikan dan Kepastian - Bidik Investor Mikro

NERACA

Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan akan terus memacu pertumbuhan pasar modal Indonesia dengan menjadikan transaksi pasar modal lebih dikenal masyarakat. Karena itu, pihaknya akan melakukan usaha-usaha perbaikan pasar modal. “Perlu ada upaya melakukan usaha-usaha perbaikan pasar modal Indonesia seperti memperbanyak jumlah investor, memperluas perusahaan untuk bisa IPO dan juga harus bisa merakyat.” kata Ketua OJK Muliaman D. Haddad di Jakarta kemarin.

Menurutnya, sejauh ini pasar modal Indonesia masih terkesan eksklusif. Berbeda dengan negara lain, di mana kegiatan transaksi di pasar modal menjadi hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Karena itu, OJK akan berupaya terus untuk melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal. “Kita harus bisa merakyat sehingga investor kayak kita yang mikro bisa masuk,” ucapnya.

Dia menilai, meskipun menjelang tahun politik, pasar modal Indonesia akan tetap tumbuh positif. Terlebih, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami kenaikan dengan mencapai rekor terbarunya, di atas level 5000. Kapitalisasi saham saat ini pun telah melebihi Rp4.200 triliun.

Banyaknya investor asing yang berkunjung ke Indonesia akhir-akhir ini, menunjukkan banyak pihak yang memandang Indonesia memiliki potensi ekonomi yang baik dan menguntungkan sebagai tempat investasi. Selain itu, pertumbuhan income masyarakat Indonesia saat ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut ditandai dengan meningkatkan permintaan terhadap pelayanan keuangan termasuk asuransi dan investasi.

Kebijakan BBM

Terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM), kata dia, seharusnya pemerintah dapat merespon hal tersebut dengan kebijakan yang tepat dan cepat. Lepas dari hal itu, bagaimanapun investor perlu mewaspadai sentimen negatif yang mungkin akan muncul. “Kita harus konfiden baik di pasar modal atau perekonomian. Tapi kita juga harus tetap waspada di tahun-tahun politik.” katanya.

Senada dengan Muliaman, Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto mengatakan, meningkatnya suhu politik menjelang pemilu 2014 merupakan dinamika yang perlu dicermati pelaku usaha, investor, dan pemegang kepentingan di pasar modal.

Namun, penyelenggaraan pemilu yang lancar akan menjadi momentum positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan investasi.“Kita sudah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pesta demokrasi, di mana gejolak perekonomian masih berada dalam tahap wajar.” ucapnya.

Terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM), menurut dia, seharusnya pemerintah dapat merespons dengan cepat dan memberikan kebijakan yang tepat. Karena secara tidak langsung hal tersebut berdampak pada keputusan investasi yang akan diambil investor maupun pemodal. “Sebenarnya para pelaku pasar sudah siap dengan kenaikan BBM, dan seharusnya pemerintah bisa memanfaatkan itu.” tandasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Mandom Terkoreksi 18,99%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatatkan laba bersih belum audit sebesar Rp145,15 miliar atau…

Berkah Pendampingan SRC - Omzet Pelaku Usaha Kelontong Meningkat Tajam

NERACA Jakarta – Eksistensi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dalam membantu memberdayakan ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)…

Asya, Hunian Idaman Keluarga - Cluster Semayang Serah Terima Tepat Waktu

NERACA Jakarta - Asya, sebuah proyek hunian terpadu di Jakarta Garden City, Jakarta Timur seluas 70 hektar dengan danau seluas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gelar TTI Business Forum - Krista-Hippindo Promosikan Investasi ke Ratusan Investor

Krista Exhibitions bersama Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) kembali menyelenggarakan Trade, Tourism & Invesment Business Forum (TTI) 2020. Forum…

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…