Semen Indonesia Siap Berlaga di 2015

Sabtu, 18/05/2013

Di antara yang sudah menyatakan siap menyongsong dideklarasikannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) pada 2015 adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Salah satu kesiapannya adalah adanya rencana membangun pabrik semen di Vietnam dan Myanmar yang berkapasitas produksi 1 juta ton per tahun.

"Penyebaran pabrik Semen Indonesia di lokasi strategis ASEAN menandakan bahwa kami siap menghadapi AEC 2015," kata Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Sutjipto, di sela diskusi "Kebangkitan BUMN Nasional" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Vietnam memiliki lokasi strategis untuk Asia Tenggara bagian timur, dan untuk Asia Tenggara bagian barat, kita masuk dari Myanmar. Dwi menjelaskan, Semen Indonesia menyiapkan strategi khusus dengan menyebar pembangunan pabrik untuk mengurangi biaya produksi. "Ini strategi menghadapi persaingan bebas 2015," kata Dwi.

Rencananya, investasi untuk pabrik semen di Myanmar dan Vietnam, masing-masing akan menyedot dana sebesar US$ 200 juta-250 juta. Dwi berharap pada tahun 2014, Semen Indonesia sudah mendapatkan mitra lokal di Myanmar. "Myanmar tahun depan harapannya sudah terimplementasi. Tahun ini mendudukan permasalahan kemitraan. Baru, tahun depan dibangun (pabrik), operasinya 2017," ujar Dwi.

Alokasi dana yang digelontorkan mencapai US$ 200 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun. Secara internal butuh US$200 juta untuk nilai investasinya. "Tapi kan kira-kira dari pinjaman US$ 140 juta, sampai US$ 160 juta yang sendiri," tambahnya.

Setelah beroperasi di tahun 2017, produksi semen dari pabrik di Myanmar tersebut akan dijual untuk memasok kebutuhan semen di Thailand dan Bangladesh. Khusus di di Vietnam, perseroan sudah memiliki anak usaha, yaitu Thang Long Cement Joint Stock Company. Sebanyak 70% saham perusahaan itu dikuasai Semen Indonesia. Menurut Dwi, sekitar 30-40% produksi semen domestik di di Vietnam berasal dari impor.

Dengan rencana ekspansi usaha ke Vietnam dan Myanmar tersebut, kata dia, bakal menjadikan Semen Indonesia sebagai pabrik berkelas dunia mengalahkan perusahaan semen asal Thailand, Siam Cement. Pada 2012, produksi Semen Indonesia mencapai 27 juta ton, sedangkan Siam Cement hanya 23 juta ton per tahun. Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Semen Indonesia sudah memberikan lampu hijau atas rencana ekspansi bisnis tersebut.

Indocement Gandeng Tianjin

Sebelumnya, pabrik semen swasta Indonsia, yaitu PT INdocement Tunggal Perkasa Tbk menggandeng pabrik semen asal Tiongkok Tianjin Cement Industry Design Research Institute Co, Ltd (RCDRI) berencana membangun tiga pabrik semen. Satu, di Citeureup, Kabupaten Bogor yang berkapasitas 2,5 juta ton per tahun

Sekretaris Perusahaan Indocement Sahat Panggabean menjelaskan kerja sama itu merupakan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun buku 2012 dan ikhtisar hasil keuangan kuartal I tahun 2013. Kerjasama pembangunan pabrik ke-14 itu dilakukan oleh Dirut Indocement Daniel Lavalle dan General Manager TCDRI Xu Peitao, belum lama ini. Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp5,5 triliun - Rp6,5 triliun.

Saatini, kata Sahat, Indocment juga sudah menyelesaikan tahap akhir studi kelayakan pembanhgunan pabrik semen baru, satu di Jawa Tengah, dan satu lagi di luar Jawa. Kedua pabrik itu masing-masing berkapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun. (saksono)