Mandiri Sekuritas Incar Posisi Teratas

NERACA

Jakarta- PT Mandiri Sekuritas optimistis dapat menduduki peringkat tiga sebagai perantara perdagangan efek di pasar modal. Ditargetkan pada tahun ini perusahaan dapat menarik sebanyak 40 ribu nasabah ritel dan institusi. \"Untuk brokerage sampai akhir tahun di top three dengan target market share 4,5%, sekarang kita keenam dan market share 4,2%.” kata Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto di Jakarta, Rabu (15/5).

Menurutnya, salah satu kunci untuk mencapai peringkat tersebut perusahaan akan berupaya keras meningkatkan jumlah nasabah ritel. Pasalnya, dibandingkan potensi yang ada, jumlah investor yang tercatat memiliki rekening di pasar modal baru sebanyak 350 ribu.

Jumlah nasabah Mandiri Sekuritas sendiri sampai saat ini ada sebanyak 17ribu nasabah yang terdiri atas nasabah ritel dan institusi.\"Kuncinya memperkuat investor based kita. Saat ini jumlah investor hanya sebanyak 350 ribu dari ritel institusi, lokal, dan asing. Investor ritel mesti kita garap,\" jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, perusahaan juga memiliki network internasional yang cukup besar seperti Amerika, Singapura, Hongkong sehingga dapat mendukung pertumbuhan kinerja perseroan dalam transaksi saham maupun obligasi. Selain itu, dia menilai inflow maupun likuiditas di pasar modal saat ini juga masih positif. Pihaknya optimistis dapat mencapai target yang ditetapkan perusahaan untuk menangani penjaminan emisi sebanyak 10 pencatatan saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dan 20 surat utang atau obligasi dengan total nilai penjaminan emisi mencapai Rp12 triliun.

Disebutkan Abiprayadi, saat ini perusahaan sedang memproses dua right issue dari perusahaan yang bergerak di sektor konsumer dan jasa keuangan. Selain itu, ada juga pencatatan saham umum perdana untuk perusahan yang bergerak di infrastruktur dan transportasi. Total nilai penjaminan untuk dua jenis aksi korporasi tersebut yaitu senilai Rp5,8 triliun.

Sementara untuk obligasi, Mandiri Sekuritas mencatat telah menangani lima obligasi dengan total nilai penjaminan emisi Rp9,07 triliun. Adapun yang saat ini ada daalam pipeline perusahaan, yaitu sebanyak 10 obligasi dari perusahaan yang bergerak di sektor properti, infrastruktur, hotel, telkom, keuangan, dan transportasi sehingga mencapai Rp15,5 triliun.

Per April, pencapaian transaksi saham di pasar modal mencapai Rp11,5 triliun dengan nilai transaksi harian mencapai Rp500 miliar. Untuk rencana penambahan kantor cabang, perusahaan menargetkan 33 kantor cabang hingga akhir tahun dari yang ada saat ini sebanyak 24 kantor cabang. (lia)

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…

NPWP SMARTCARD MANDIRI

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar (kedua kanan) menyaksikan Kakanwil DJP Kalselteng Cucu Supriatna mencoba transaksi kartu pintar NPWP…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…