Konflik Internal dan Gangguan Teroris - Star Trek Into Darkness

Star Trek Into Darkness bercerita tentang Kapten Kirk (Chris Pine) dan rekan-rekan kru U.S.S.Enterprise lainnya seperti Spock (Zachary Quinto) yang dihadapkan pada bahaya laten yang selama ini tak mereka sadari, konflik antar personal.

Perbedaan prinsip serta etika dalam bertindak membuat mereka berselisih paham saat menyelesaikan misi penyelamatan di sebuah planet asing. Hasilnya, Starfleet menganggap keduanya menyalahi aturan dan memutuskan untuk memberi mereka hukuman. Keduanya lantas berpisah jalan. Kapten Kirk (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) tetap menjadi duo utama STID.

Saat keduanya berusaha menyelesaikan konflik internal, masalah lain datang dari seorang teroris bernama John Harrison (Benedict Cumberbatch). Dengan cerdiknya, Harrison berhasil meledakkan gedung penyimpanan arsip rahasia Starfleet yang penjagaannya sangat ketat. Hebatnya ia melakukan semua itu seorang diri. Teroris berparas dingin sekaligus mantan anggota Starfleet tersebut tak dinyana menewaskan beberapa petinggi Starfleet dalam sebuah serangan kejutan.

Kirk dan Spock, terlepas dari friksi di antara mereka yang belum usai, memutuskan untuk mengejar sang teroris hingga ke planet Kronos, tempat yang terlarang bagi Federasi manusia. John Harrison (Benedict Cumberbatch). JJ Abrams mengambil keputusan tepat untuk mengembangkan sisi cerita dalam film sekuel ini. STID hadir dengan penuturan cerita yang lebih padat dibanding STAR TREK (2009).

Ensemble cast yang pas juga menjadi pendukung penting rapinya cerita dalam film dituturkan. Beberapa karakter baru sengaja dibuat dalam pola \"abu-abu\" untuk membuat penonton menerka-nerka apakah tokoh tersebut baik atau jahat. Penggarapan penokohan yang lebih rapi dan fokus ini adalah langkah yang tepat supaya STID tidak terjebak menjadi sekuel dengan banjir CGI mewah namun keropos dari sisi cerita dan penokohan.

Sang teroris John Harrison menjadi magnet utama dalam film. Penampilannya yang memang berkarakter (coba perhatikan parasnya) serta penokohannya sebagai manusia super adalah poin plus yang dimiliki film ini. Kehadirannya bahkan membuat beberapa kru Enterprise lainnya seperti teredam karisma seorang John Harrison.

BERITA TERKAIT

PKL dan Angkot di Stasiun Bekasi

Beberapa waktu yang lalu, pernah ada bantuan pasukan Brimob dari Polda Metro Jaya membantu menertibkan angkot yang parkir dan ngetem…

Pancasila Memang Benar-benar Sakti dan Teruji

  Oleh : Ricky Rinaldi, Peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)   Memperingati momen kesaktian Pancasila merupakan agenda tahunan…

Elektronisasi Ancam Pekerja Tol dan Perbankan

Oleh: Adi Lazuardi Parman, sebut saja begitu namanya, tampak asyik menawarkan kartu elektronik dari sebuah bank plat merah di depan…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…