Dana Pensiun, Mutlak untuk Karyawan

 

 

NERACA

Sebagai karyawan disebuah perusahaan, kawajiban dan hak menjadi prioritas yang harus diemban kedua belah pihak, seperti Adanya kewajiban perusahaan untuk mengadakan dana pensiun bagi karyawannya, sudah barang tentu menjadi amanat yang harus diemban pihak manajemen.

Jika diakumulasi dalam rentang waktu tertentu, dana tersebut merupakan pundi-pundi besar. Pundi akan membesar jika dikelola secara benar, tepat sasaran, dan profesional. Dalam Pasal 6 Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 511/KMK.06/2002 tentang investasi dana pensiun membolehkan dana pension dipakai untuk berbagai bentuk investasi. Tentu, jenis investasi tersebut harus tidak berisiko dan aman.

“Tapi, yang paling menguntungkan dan sangat aman, ya ditempatkan untuk membeli obligasi,” kata Direktur Dana Pensiun PT Samudera Indonesia Bekti Harsono. Namun, menurut dia, investasi lainnya yang aman adalah dalam bentuk deposito maupun pembelian properti.

Bekti menyontohkan, Dana Pensiun (DP) Samudera Indonesia sudah diinvestasikan di obligasi sebesar 20% dari total dana yang terkumpul. Saat ini, kata Bekti, total dana pensiun yang terhimpun dari sekitar 1.800 orang karyawan sudah mencapai Rp 200 miliar.

“Sekitar 20% kami belanjakan untuk membeli obligasi,” kata Bekti kepada Neraca di sela-sela seminar bertajuk New Ways to Build Effective Talent Pool yang diselenggarakan di kampus PPM Manajemen. Dia menjelaskan, dana pensiun dikutip dari 4% gaji karyawan ditambah 8% lagi dibayarkan oleh perusahaan.

Nantinya, perusahaan akan membayarkan seluruh potongan untuk dana pensiun berikut keuntungan dari hasil pengembangan usaha atau investasi. Persentase iuran yang harus disetorkan oleh karyawan dan perusahaan tentu tak sama. Ada yang 25:75. Jika telah memasuki masa pensiun, sang karyawan akan menerima seluruh dana tabungan tersebut.

Ada perusahaan yang mengelola dana pensiun karyawannya sendiri. Namun, ada pula perusahaan yang menyerahkan dana tersebut ke perusahaan pengelola dana pensiun dalam bentuk DPLK. Bisa saja perusahaan pengelola DPLK satu grup dengan perusahaan tersebut, tapi banyak pula yang di luar grup.

Biasanya, pihak perusahaan pengelola juga akan menginvestasikan dana pensiun itu untuk berbagai macam investasi. Dalam laporan keuangan yang dikirimkan, juga meliputi nilai pengembangan dana yang ada. Secara periodik, perusahaan pengelola dana pensiun itu mengirimkan laporan keuangannya kepada setiap peserta yang didaftarkan perusahaan. Dengan demikian, jumlah dana yang bakal diterima lebih besar dari jumlah yang disetorkan.

BERITA TERKAIT

Karyawan Telkomsel Bangun Jembatan Berdaya - Permudah Akses Masyarakat di Pelosok Garut

Sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat sekitar tempat beroperasi, Telkomsel bersinergi bersamaan salah satu komunitas keagamaan karyawan, Majelis Taklim Telkomsel (MTT)…

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…