Waspada, Radiasi Handphone Dapat Ganggu Kesehatan

Sabtu, 18/05/2013

Saat ini, penggunaan handphone seolah menjadi gaya hidup masyarakat, baik perkotaan maupun pedesaan. Dibalik manfaatnya bagi pengguna untuk berkomunikasi handphone juga memiliki efek yang bisa merugikan penggunanya.

NERACA

Mungkin pernah kita mendengar bahwa radiasi dari sinyal yang ditimbulkan oleh handphone bisa berdampak buruk bagi kesehatan. ya, efek radiasi sangat menganggu bagi kesehatan manusia. Sejumlah penelitian yang dilakukan oleh 12 lembaga reset, 7 diantaranya ada di Eropa selama 4 tahun 1996, Universitas of Washington, Seattle menemukan bahwa EMR dalam bentuk energi gelombang radio rendah terbukti bisa merusak DNA manusia.

Kelompok riset Jerman, Verum mencoba mempelajari efek radiai handphone terhadap sel-sel tubuh manusia. Hasilnya sel-sel tubuh yang terkena paparan gelombang elektromagnetik seperti pada handphone mengalami kerusakan yang signifikan. Bahkan mutasi sel-sel ini bisa menjadi penyebab timbulnya kanker.

Pancaran radiasi yang digunakan dalam penelitian berada pada level 0,3-2 watt/kg, sementara pada handphone memancarkan sinyal radio atau SAR (Spesifik Absortion Rate) yang berada pada level 2 watt/kg. FCC menentukan besarnya SAR untuk handphone adalah maksimal sebesar 1,6 W/kg.

Beberapa akibat buruk yang biasa terjadi pada tubuh manusia menurut sejumlah penelitian antara lain meningkatkan resiko terkena tumor telinga, kanker otak, berpengaruh buruk pada jaringan otak, mengakibatkan meningioma, neurioma akustik, acoustic melanoma dan kanker ludah.

Sedangkan International EMF (Electromagnetic Field) Collaborative melaporkan hasil penelitiannya yang dilakukan di 13 negara di wilayah Eropa Barat bahwa radiasi handphone membawa dampak yang berpengaruh terhadap kesehatan khususnya kesehatan anak. Lloyd Morgan peneliti EMF Collaborative mengatakan: Sejumlah negara sudah siap memblokir penggunaan handphone bagi anak-anak, bahkan Prancis sudah mengeluarkan instruksi agar penggunaan handphone bagi anak-anak hanya digunakan untuk mengirimkan pesan saja.

Morgan juga mengungkapkan bahwa percakapan menggunakan handphone dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan risiko seorang anak atau remaja terserang kanker otak. Selain itu mengantongi handphone dalam kantong celana atau membiarkan anak-anak tidur didekat handphone yang aktif juga dapat menggangu kesehatan.

Selain itu, terdapat juga penelitian yang dilakukan Vini Gautam Khurana, ahli bedah saraf dari Universitas Nasional Australia. Selama 15 bulan, Khurana menelaah lebih dari 100 penelitian yang telah dilakukan berbagai lembaga, tentang keselamatan penggunaan telepon seluler.

Hasil penelitian itulah yang menimbulkan gelombang reaksi besar hingga sekarang, karena Khurana menyatakan penggunaan telepon seluler akan memicu epidemi tumor otak, yang akan membunuh lebih banyak orang ketimbang rokok. Menurut riset profesor peraih 14 penghargaan medis ini, penggunaan telepon seluler langsung dari handset lebih dari 10 tahun akan menggandakan risiko terkena kanker otak.

Meletakkan handphone di dekat kita pada saat kita tidur juga sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Seorang ilmuwan kimia Jerman yang bernama Froydehayem Folenhurst mengatakan bahwa meninggalkan handphone atau perangkat pengiriman apapun atau menerima sinyal di kamar-kamar tidur akan mengakibatkan kondisi sulit tidur, resah dan bahkan tidak bisa tidur, serta kerusakan pada otak sehingga dalam jangka waktu lama akan berdampak kepada kerusakan sistem kekebalan dalam tubuh.

Dia menekankan dalam jumpa pers bahwa ada dua ukuran frekuensi sinyal (radiasi) yang memancar dari seluler, yang pertama 900MHz dan kedua 1.8MHz yang mempengaruhi badan manusia dengan bahaya yang bermacam-macam.

Ilmuwan Jerman ini mengindikasikan bahwa handphone mungkin memancarkan energi yang lebih tinggi dari yang diperbolehkan (standard) terhadap syaraf-syaraf di bagian kepala setiap detakan yang dikirimkannya yang mana terpancar dari Handphone yang bernomor radiasi elektromegnetik yang berfrekuensi 900MHz per beberapa detik. Waktu perdetiknya mencapai 546 micro detik, dan rata-rata pengulangan detak adalah 215Hz.

Banyak kaum wanita maupun kaum pria sering menggantungkan handphonenya di depan dada atau menaruhnya di saku kiri atas kemeja dan menempel erat dengan jantung, bahkan hal tersebut sedang ngetrend di kalangan anak-anak remaja jaman sekarang.

Gangguan Ibu Hamil

Pernah terjadi seorang wanita berturut-turut mengalami keguguran ketika usia janin berusia 2-3 bulan. Pasangan suami istri ini mengecek kehamilan berikutnya dan mendapati bahwa janin mengalami kerusakan sel berkesinambungan sampai janin mati.

Dokter mengatakan bahwa rahim wanita ini telah terinfeksi oleh radiasi handphone sehingga membuat janin didalamnya tidak bisa bertahan lama untuk hidup dan berkembang. Rahimnya telah mati jadi tidak mungkin bagi dia untuk memiliki janin yang hidup pula. Selidik punya selidik, wanita ini ternyata memiliki kebiasaan menyimpan handphone di jaket kerja dia yang posisinya tepat dekat rahim selama beberapa tahun.

Wanita yang menggunakan handphone ketika hamil memiliki kecenderungan melahirkan anak-anak dengan masalah tingkah laku, berdasarkan suatu studi terhadap lebih dari 13.000 anak-anak. Selain itu, wanita hamil yang memakai handphone yang meskipun hanya 2 atau 3 kali dalam sehari, cukup untuk menimbulkan resiko bayi mereka terkena penyakit hiperaktif dan bisa mengalami kesulitan dalam pemahaman/proses belajar, emosi dan sosialisasi anak pada saat sekolah. Bahkan lebih beresiko lagi apabila sang anak sendiri juga menggunakan HP sebelum berusia 7 tahun.

Percakapan handphone yang terlampau lama juga tidak baik. Ahli menyarankan, tidak baik berhubungan telepon terlalu lama, jika memang demikian bisa mempertimbangkan memakai telepon tetap atau memakai alat pendengar, jika terpaksa harus berhubungan dalam jangka waktu yang lama juga harus mendengar secara bergantian di kiri kanan telinga setiap 1-2 menit.