Kematian Wanita Penderita Diabetes Lebih Tinggi

Dibandingkan dengan Pria

Sabtu, 18/05/2013

Wanita yang terkena penyakit diabetes penyebab kematian tertinggi dibandingkan pria. Beberapa fase kehidupan wanita, seperti menstruasi, kehamilan, menyusui serta menopause, mereka harus mewaspadai beberapa hal serta selalu melakukan konsultasi dengan dokter.

Sedangkan Berdasarkan data Riskesdas 2007, diabetes pada wanita menempati urutan pertama penyebab kematian yaitu sebesar 16,3% dan pada pria menempati urutan keenam sebesar 6%. Ini sangat mengkhawatirkan bagi para ibu.

Negara-negara di wilayah ASEAN menghadapi beberapa permasalahan diabetes bersama, antara lain masih sering terjadinya keterlambatan diagnosis, rendahnya pengetahuan (health illiteracy), jumlah tenaga ahli yang kurang memadai, masih tingginya biaya pengobatan serta kurangnya promosi gaya hidup sehat oleh semua pihak.

Di Indonesia masalah keterlambatan diagnosis diabetes masih kerap kita temui di lapangan. Di samping itu, jumlah tenaga ahli endokrin kita yang sangat kurang dibandingkan dengan populasi penderita diabetes di Indonesia. Riskesdas 2007 mencatat sekitar 5,7% populasi kita menderita diabetes, sebanyak 1,5% sudah terdiagnosa sebelumnya, sedangkan 4,2% diantaranya belum tahu bahwa dirinya diabetes.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, dr.Dyah Purnamasari, SpPD mengatakan masalah DM pada wanita semakin meningkat. Meski masih dalam rentang usia reproduksi (belum menopause),wanita bisa berisiko sama dengan laki-laki untuk mengalami gangguan risiko penyakit jantung seperti diabetes, hipertensi, dislipidemia, bila memiliki gaya hidup kurang baik yang ditandai dengan kelebihan berat badan dan lingkar perut yang bertambah (obesitas sentral).

“Untuk gejala diabetes sendiri, pada dasarnya tidak terdapat perbedaan antara laki-laki dan wanita. Salah satu gejala yang bisa dialami wanita dan bisa dicurigai kearah diabetes adalah keputihan berulang, dan ini berisiko mencetuskan infeksi saluran kemih berulang dan tidak baik untuk kesehatan ginjal,” tambahnya.

Pada fase kehamilan dokter harus dengan jeli memeriksa diabetes yang dialami pasien, apakah pasien memang penderita diabetes atau hanya mengalami diabetes pada saat kehamilan yang biasa disebut diabetes gestasional. Jika memang merupakan penderita diabetes sejak awal, maka pada saat kehamilannya, obat oral yang diberikan sebaiknya dikonversikan dengan insulin. Pada kasus diabetes gestasional, maka dokter akan memberikan terapi nutrisi medik selama awal kehamilan, yaitu sekitar 2-4 minggu.

Jika tidak mencapai target kendali gula darah, maka akan diberikan suntik insulin yang akan dihentikan setelah proses melahirkan. Biasanya kasus diabetes gestasional akan berulang pada kehamilan berikutnya mengingat bertambahnya usia ibu. Wanita hamil dengan diabetes harus melakukan kendali diabetesnya supaya tidak terjadi kelahiran bayi dengan berat badan berlebih (giant baby).

Pada saat proses kelahiran, dokter harus berhati-hati dalam memutuskan cara lahir normal atau operasi caesar. Penting untuk diperhatikan apakah terdapat komorbiditas diabetes, yaitu hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi dan sindrom metaboliklannya. "Dianjurkan untuk melahirkan dengan pengawasan dokter ahli. Apabila harus dilakukan operasi, maka harus dilakukan kontrol terhadap luka pasca operasi. Tidak akan menjadi masalah apabila luka bersih, tekanan darah terkontrol dengan baik dan nutrisi yang dikonsumsi juga baik,” tambahnya.

Selanjutnya, kontrol dan edukasi juga harus dilakukan dengan seksama oleh dokter kepada pasien ketika bayi sudah dilahirkan. Evaluasi kesehatan bayi bisa dilakukan melalui proses rawat bersama dokter kebidanan, dokter anak dan dokter penyakit dalam. Pada kasus bayi dengan ibu penyandang diabetes, memang terdapat risiko bayi akan menderita obesitas namun dengan edukasi dan kontrol yang baik, seperti memberikan ASI eksklusif, mengatur nutrisi bayi, membiasakan bayi aktif dan diberi makanan sehat, masalah obesitas dapat dihindari.

“Wanita diabetes juga harus berhati-hati agar tidak terjangkit infeksi, seperti infeksi saluran kemih. Menjaga kebersihan daerah intim merupakan salah satu hal yang penting dilakukan. Pada fase kehamilan infeksi ini dapat mengakibatkan kontraksi sebelum waktunya,” ditekankan dr.Dyah.