Upaya Dunia Entertain Kembangkan Bakat Anak

Sabtu, 18/05/2013
Pemerintah telah membuat kalender event tiap tahunnya sebagai wadah penyaluran minat bakat anak-anak. Namun, pemerintah tidak mampu untuk menyentuh seluruh 26 juta anak di Indonesia. Maka dari itu, dukungan berbagai pihak untuk mengembangkan bakat dan minat setiap anak mutlak diperlukan. NERACA Sebagai makhluk individu, perkembangan jasmani maupun rohani anak dipengaruhi oleh beberapa faktor dasar, seperti minat dan bakat serta faktor lingkungan. Oleh karena itu, dalam menyalurkan minat dan bakat serta imajinasi yang sedang berkembang, anak membutuhkan bimbingan dan arahan pihak yang lebih dewasa (orang tua) atau yang berkompeten. Penyaluran minat dan bakat bisa didapat dari kegiatan formal maupun kegiatan non formal. Kasubdit pengembangan pendidikan direktorat pendidikan dasar Kemendikbud, Elvira SH.MH menuturkan, minat dan bakat anak berkembang sesuai dengan bertambahnya umur dan tingkatan kemampuan. Maka dari itu, tergantung orang tua diarahkan kemana talenta yang dimiliki anak tersebut. Selain itu, anak-anak sudah memiliki porsinya masing-masing. “Kita ingin orang tua mendukung keinginan anak apapun pilihan anak. Jika mereka ingin sesuatu, sudah sepantasnya orang tua dapat jeli melihatnya dari sisi anak. Selanjutnya tugas kita untuk memoles mereka dan langkah kedepannya menjadikan mereka sebagai orang-orang yang bisa berkarya,” ujar Elvira. Ya, berdasarkan penelitian tiga pakar pendidikan anak dari Amerika, yakni Dr. Keith Osborn, Dr. Burton L. White, dan Prof.Dr. Benyamin S. Bloom, sejak lahir sampai usia 4 tahun, tingkat perkembangan intelektual otak anak mencapai 50%. Hingga usia 8 tahun, anak telah memiliki tingkat intelektual otak sekitar 80 %. Perkembangan intelektual otak ini relatif berhenti dan mencapai kesempurnaannya (100%) pada usia 18 tahun. Di usia ini intelektualitas otak tidak lagi mengalami perkembangan. Jika para orang tuamenyia-nyiakan kesempatan ini pada masa kanak-kanak, berarti mereka telah kehilangan satu momen yang sangat baik untuk memberikan landasan bagi pendidikan anak selanjutnya. Maka dari itu, lanjut Elvira, pemerintah dalam hal ini Kemendikbud berupaya untuk mengakomodir semua talenta dan minat yang dimiliki anak dengan mengadakan kalender ivent secara nasional. Sehingga anak yang memiliki minat di bidang tertentu dapat terwadahi. Misalnya anak yang memiliki minat di bidang olah raga, pemerintah mengakomodirnya dengan olimpiade olah raga nasional. Dikesenian pemerintah mengadakan olimpiade kesenian nasional, dan di bidang sains pemerintah mengadakan olimpiade sains nasional. Namun, sambung Elvira, untuk menyentuh secara keseluruhan 26 juta anak di Indonesia, pihak direktorat tidak mampu bekerja sendiri. Maka dari itu, adanya dukungan berbagai pihak untuk mendorong sekolah dan orangtua mengembangkan bakat dan minat dari setiap anak mutlak diperlukan. Untuk membantu program pemerintah dalam mengembangkan minat dan bakat anak, salah satu produk unggulan Kraft Foods Indonesia, bagian dari anggota keluarga Mondelez International, meluncurkan program terbarunya “Biskuat Kreasi Semangat”. Dengan merekrut produsen film Anak Indonesia terkemuka, ALENIA Pictures, anak-anak dapat berkreasi lewat berbagai jenis bakat, yaitu melalui pembuatan film pertama Indonesia buatan anak untuk anak yang berbudget miliaran rupiah. “Kami bangga dengan adanya peran sektor swasta untuk turut berperan mencari potensi dan mengembangkan bakat minat anak seperti yang dilakukan ALENIA Pictures bersama dengan Biskuat,” imbuh Elvira. Asah Bakat Setelah proses audisi, 50 peserta pilihan tim Biskuat dan ALENIA Pictures akan mengikuti serangkaian program bimbingan dalam Camp Semangat selama dua minggu, yang dipandu oleh Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen serta mentor-mentor ternama lainnya untuk mengasah kemampuan mereka, melalui pelatihan dan keterlibatan langsung dalam proses pembuatan film. Setelah melakukan praktek produksi film secara langsung, anak-anak juga berkesempatan untuk mempelajari dan mengikuti proses pasca produksi dan akhirnya menikmati film yang akan didistribusikan dan dipertunjukkan bagi publik akhir program di penghujung tahun 2013. “Visualisasi adalah aktifitas yang dapat menerjemahkan bakat dan minat anak-anak. Selama pengalaman kami bekerja dengan anak-anak, mereka memiliki kepandaian dalam memperlihatkan potensi diri mereka sendiri, baik dalam acting, maupun berkarya. Tidak melihat darimana mereka berasal, kalau mengenai minat dan bakat sudah pasti setiap anak punya dan tergantung dari kita bagaimana mendukungnya,” jelas Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, Founder Alenia Pictures. Proses audisi dilakukan terhadap anak usia 7-13 tahun . Ada tiga cara untuk mengikuti proses audisi Biskuat Kreasi Semangat, yang pertama adalah mengakses website ww.biskuatsemangat.com dan mengunggah video sesuai minat dan bakat mereka. Lima ratus buah video dengan vote terbanyak akan menjadi finalis yang nantinya akan diseleksi menjadi peserta program. Cara yang kedua adalah melalui audisi langsung selama dua hari mulai pukul 8 pagi waktu setempat, yang dilakukan di 7 kota besar di Indonesia. Mulai 4-5 Mei di Wonderia (Semarang). Kemudian di Plaza Utara Gelora Bung Karno (Jakarta) dan Parkir Timur Delta (Surabaya) pada 11-12 Mei, Cihampelas Walk (Bandung) dan Benteng Kuto Besak (Palembang) pada 18-19 Mei, serta Lapangan Hasanuddin (Makassar) dan Lapangan Citra Garden (Medan) pada 25-26 Mei. Cara terakhir adalah dengan mengirimkan langsung video dalam bentuk CD ke Panita Biskuat Kreasi Semangat di Menara Jamsostek (Menara Selatan) Lt. 17. Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 38, Jakarta 12930. Video yang dikirimkan akan diunggah ke website Biskuat Kreasi Semangat untuk proses pengumpulan vote. “Biarkan anak-anak mengalami hal-hal baru ataupun menyalurkan minat bakat mereka. Dalam dunia entertainment, banyak sekali hal-hal yang bisa dieksplorasi anak untuk mengembangkan bakat mereka. Selain aktor dan aktris, bidang lain yang bisa fieksplor adalah kamera person, penata busana, sutradara dan lain sebagainya," ujar Psikologis Anak dan Keluarga, Mira. D. Amir.