Hormon Estrogen, Pelindung Kaum Perempuan

Sabtu, 18/05/2013

Hormon estrogen ternyata dikenal sebagai hormon pelindung bagi kaum perempuan. Berbagai penelitian membuktikan hormon tersebut melindungi kaum hawa dari penyakit-penyakit berbahaya seperti penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Namun, efek protektif itu bisa hilang meski perempuan belum memasuki masa menopause, masa ketika kadar estrogen turun drastis. Kehilangan efek protektif itu bisa disebabkan oleh obesitas."Hormon wanita yang merupakan pelindung bagi wanita premenopause dari gangguan penyakit jantung dan pembuluh darah tidak akan berfungsi jika wanita tersebut menderita obesitas,” jelas dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto mangunkusumo Dyah Purnamasari dalam diskusi kesehatan di Jakarta, baru-baru ini.

Akibatnya, meski masih dalam rentang usia reproduksi, perempuan yang mengalami obesitas bisa berisiko sama dengan laki-laki untuk mengalami penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan dislipidemia.Obesitas pada perempuan, kata Dyah lagi, ditandai antara lain dengan lingkar perut yang lebih dari 80 centimeter. Risiko menderita penyakit kardiovaskular semakin berlipat bila perempuan obes juga menderita sindrom metabolik.

Semua itu hadir dengan gejala sindrom metabolik, yakni tekanan darah 130/85 mmHg, kadar trigliserida lebih dari 150mg/dl, kolesterol HDL kurang dari 50 mg/dl, dan gula darah puasa lebih dari 100 mg/dl. "Jika seseorang mengidap paling tidak tiga dari gejala-gejala tersebut, ia berpotensi terkena penyakit kardiovaskular dalam beberapa tahun ke depan," tuturnya.