free hit counter

Krisis Mulai Menerpa Indonesia ?

INDIKATOR EKONOMI MULAI MELAMBAT

Rabu, 15/05/2013

Jakarta – Indonesia kini ditengarai mulai terperangkap krisis global. Hal ini terlihat dari gejala penurunan pertumbuhan ekonomi, penurunan produk domestik bruto (PDB), pembengkakan defisit anggaran, kenaikan laju inflasi di tengah rencana kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini. Dampaknya, tentu akan menambah jumlah penduduk miskin karena tingkat daya beli yang diprediksi cenderung menurun pada 2013.

NERACA

Menurut Direktur Eksekutif Indef yang juga guru besar FE Univ. Brawijaya Prof Dr Ahmad Erani Yustika, kalau ekonomi Indonesia sudah berada tahap yang mengerikan, indikasi krisis ekonomi sudah terlihat jelas dan ini merupakan imbas dari krisis ekonomi global yang mau tidak mau harus dihadapi pemerintah.  Dia memaparkan krisis ekonomi tersebut masuk lewat jalur perdagangan , keuangan dan kepercayaan asing (investasi). Melalui perdagangan sudah terlihat jelas nilai ekspor Indonesia akan mengalami guncangan. Terbukti pada beberapa bulan yang lalu sesuai dengan data dari BPS mencatat Indonesia mengalami defisit nilai ekspor US$ 641 juta lebih.”Hal ini diakibatkan nilai impor yang terjadi di pasar perdagangan internasional lebih besar ketimbang nilai ekspornya. Besarnya nilai impor saat itu mencapai US$ 16,62 miliar, sedangkan ekspor hanya US$ 15,98 miliar,” ujarnya kepada Neraca, Selasa (14/5).  

Erani mengatakan, pemerintah masih perlu untuk meninjau kembali masalah pengendalian impor. Hal ini diperlukan sebab pemerintah juga masih kesulitan dalam mengatur kebijakan ekspor. Dan jika pembatasan impor ini dilakukan, maka hal yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah, adalah kepastian pemenuhan kebutuhan domestik dengan produksi dari dalam negeri.”Jika kebutuhan dalam negerti dapat terpenuhi dengan produksi dalam negeri, maka nilai impor bisa ditekan. Jika produksi dalam negeri tidak dapat mencukupi kebutuhan domestik maka risikonya, adalah muncul kelangkaan dan memicu meningkatnya laju inflasi,” ujarnya.Next