Nusadana Merger dengan Grup Bank Malaysia

Ambisi menjadi perusahaan jasa keuangan multinasional dan menguasai pasar Asia, kini telah dilakukan PT OSK Nusadana Securities Indonesia. Pasalnya, perseroan resmi merger atau tergabung dalam RHB Banking Group, grup jasa keuangan asal Malaysia. Informasi tersebut disampaikan RHB Banking Group dalam siaran persnya kemarin.

Kata Managing Director RHB Banking Group, Kelle Kam, merger dengan OSK Nusadana Securities Indonesia menjadi peluang dan momentum penting bagi RHB Banking Group untuk menjadi perusahaan grup jasa keuangan yang terdepan.

Sebagai informasi, menyusul merger antara RHB Investment Bank Berhad (RHBIB) dan OSK Investment Bank Berhad (OSKIB) pada 13 April 2013 yang lalu. Dengan merger tersebut, 99% saham RHB OSK Securities Indonesia yang sebelumnya dipegang oleh OSKIB, kini beralih menjadi saham milik RHBIB.

Pasca merger tersebut, RHBIB akan memiliki sekitar 3600 karyawan dengan dana kelolaan saham kurang lebih US$ 6,6 miliar. Perusahaan punya hampir 100 kantor yang tersebar di 7 negara di wilayah ASEAN dan China.

Nasabah di unit Investment Banking RHB OSK Securities sudah naik empat kali lipat sejak tahun 2008. Unit Fixed Income juga telah melakukan 20 penempatan obligasi di pasar primer sejak 2007.

RHB OSK Asset Management, manajer investasi anak perusahaan RHB OSK Securities disokong dana modal setoran sebesar Rp 50 miliar. Saat ini dana kelolaan RHB OSK Nusadana Asset Management mencapai lebih dari Rp 1,753 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Ketua MPR - Konstitusi Harus Sesuai Dengan Tuntutan Zaman

Zulkifli Hasan  Ketua MPR Konstitusi Harus Sesuai Dengan Tuntutan Zaman Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan berpendapat…

Pasar Non Tradisional - Indonesia Akan Perkuat Kerja Sama Perdagangan Dengan Afrika

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan akan terus berupaya membuka akses pasar produk-produk Indonesia ke pasar non-tradisional, khususnya…

Wujudkan Cita-cita Bangsa dengan Kontribusi Pajak

  Oleh: Sarah Faizatun Nisa, Staf Ditjen Pajak Menginjak usia 74 tahun, Indonesia diharapkan menjadi negara yang semakin maju dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…