AKR Corporindo Serap Belanja Modal Rp114 Miliar

Rabu, 15/05/2013

NERACA

Jakarta- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengatakan telah menggunakan dana belanja modal sebesar Rp114 miliar hingga kuartal pertama 2013 dari total dana yang dianggarkan tahun ini sebesar US$ 30 juta. “Sampai Maret, belanja modal yang sudah terpakai sebesar Rp114 miliar untuk perolehan aset tetap,” kata Direktur AKRA, Suresh Vembu di Jakarta, Selasa (14/5).

Menurutnya, dana belanja modal yang dianggarkan perseroan seluruhnya bersumber dari kas internal perseroan. Dana tersebut akan digunakan untuk logistik, pengembangan infrastruktur dan transportasi pendukung bisnis distribusi, baik untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Kimia.

Dalam rencana bisnis 2013, lanjut dia, perseroan akan menambah kapal serta truk untuk mendukung kinerja perseroan. Selain itu, perseroan juga tengah memproses pembangunan pelabuhan terintegrasi bernama Jawa Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur dengan Pelindo III. Proyek JIIPE terdiri atas pelabuhan dan kawasan industri. Kawasan itu juga akan dilengkapi jalur kereta api dan jalan tol.

Total luas lahan JIPPE mencapai 2.500 hektare (ha). Dari jumlah tersebut perseroan dan Pelindo III telah mengakuisisi 900 ha dan seluas 1.300 ha yang sudah dikonfirmasi. Pada semester pertama 2013, pembangunan pelabuhan ditargetkan dapat selesai dan diperkirakan akan mulai menjual ke industrial pada Juni 2013.

Adapun total investasi untuk proyek tersebut ditaksir mencapai Rp7-8 triliun yang didanai dari beberapa sumber seperti obligasi, modal perseroan dan Pelindo III, dan penjualan tanah industri serta sindikasi pinjaman perbankan. Menurutnya, proyek pembangunan JIIPE dilakukan perseroan melalui anak usahanya, PT Usaha Eka Pramata Nusantara (UEPN), membentuk dua perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan Pelindo III untuk membangun JIIPE.

Sementara itu, terkait rencana pemerintah yang akan menaikkan BBM, menurut dia, tidak akan berpengaruh terhadap kinerja perseroan. Pasalnya, AKRA merupakan salah satu perusahaan yang ditunjuk untuk menyalurkan BBM bersubsidi. “Bila pemerintah menaikkan BBM subsidi, tidak akan berdampak pada AKR, karena kita salah satu yang dipercaya pemerintah,” ucapnya.

Perolehan Kontrak

Saat ini bisnis perseroan dibantu oleh 20 unit kapal pengangkut, 300 unit truk, tangki bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas 450.730 kiloliter, dan tangki kimia dasar berkapasitas 98.779 kiloliter. Selain itu, perseroan juga memiliki 27 gudang, 1 pabrik Adhesives, dan 1 pabrik Sorbitol. Untuk pendistribusian BBM bersubsidi sesuai public service obligation (PSO) dari pemerintah, pada April 2013 perseroan telah menambah 16 unit SPBU baru dari 31 unit yang telah dioperasikan. “Tahun ini, total 47 unit SPBU atau SPBN untuk memperlancar distribusi BBM.” ucapnya.

Perseroan juga telah memperoleh kuota penyaluran BBM bersubsidi sebanyak 267.892 kl, atau naik 160% dari tahun lalu sebesar 103.000 kl. Adapun kuota cadangan BBM bersubsidi yang telah disalurkan mencapai 612.958 kl. Terkait kinerja perseroan pada kuartal pertama 2013, Suresh menyebutkan penjualan BBM tercatat sebesar Rp4,22 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,05 triliun. (lia)