Menguat, IHSG Bakal Catatkan Rekor Baru

NERACA

Jakarta – Derasnya aksi beli investor, memicu pertumbuhan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat tajam. Pasalnya, mengakhiri perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 27,312 poin (0,54%) ke level 5.081,940. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,792 poin (0,68%) ke level 856,867.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, derasnya aksi beli investor jelang penutupan perdagangan memicu indeks BEI menguat, “IHSG BEI menguat setelah mengalami fluktuasi yang cenderung berada dalam area negatif, Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate pada level 5,75% menjadi salah satu sentimen penguatan,\"katanya di Jakarta, Selasa (14/5).

Dia menambahkan, sentimen dari eksternal juga turut membantu indeks BEI kembali mendorong investor untuk mengambil posisi beli sehingga saham-saham domestik mayoritas bergerak menguat.\"Menguatnya indeks didorong oleh menguatnya sebagian bursa regional Asia ditengah pembukaan bursa Eropa yang negatif,\" ujarnya.

Dirinya memproyeksikan, indeks BEI Rabu akan bergerak \"mixed\" dengan kecenderungan menguat di kisaran 5.057-5.100 poin dengan beberapa saham pilihan, yakni Lippo Karawaci (LPKR), Surya Semesta Internusa (SSIA), Erajaya Swasembada (ERAA), Mitra Adiperkasa (MAPI).

Perdagangan kemarin, saham-saham bank yang sudah terpangkas mulai diincar investor, indeks sektor finansial pun melaju 0,92%. Begitu juga denagn saham-saham berbasis konsumer yang memimpin penguatan bursa.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 144.860 kali pada volume 5,253 miliar lembar saham senilai Rp 6,166 triliun. Sebanyak 140 saham naik, sisanya 122 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Mayoritas bursa-bursa di Asia jatuh ke zona merah sore hari ini, hanya bursa saham Singapura yang berhasil bertahan di teritori positif. Melambatnya pertumbuhan ekonomi China menjadi sentimen negatif bagi pelaku pasar regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gowa Makassar (GWTD) naik Rp 1.650 ke Rp 10.100, Goodyear (GDYR) naik Rp 1.150 ke Rp 24.300, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 225.000, dan Century Textille (CNTX) naik Rp 1.000 ke Rp 7.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.450 ke Rp 32.850, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 550 ke Rp 25.450, Matahari (LPPF) turun Rp 450 ke Rp 13.150, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 350 ke Rp 2.700.

Sebaliknya, perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun tipis 4,151 poin (0,08%) ke level 5.050,477. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,559 poin (0,07%) ke level 850,516. Indeks sempat menanjakj sampai ke 5.072,203 sebelum akhirnya meluncur kembali ke zona merah. Datarnya pergerakan IHSG ini terkait dengan aksi tunggu yang dilakukan investor.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 81.801 kali pada volume 2,982 miliar lembar saham senilai Rp 2,59 triliun. Sebanyak 111 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 110 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak fluktuatif dan mixed hingga siang kemarin. Bursa saham China anjlok cukup dalam setelah ada laporan industrinya melambat di bulan April. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.850 ke Rp 25.000, Gowa Makassar (GWTD) naik Rp 1.650 ke Rp 10.100, Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 223.500, dan Century Textille (CNTX) naik Rp 500 ke Rp 7.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 950 ke Rp 14.050, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 33.500, Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 500 ke Rp 2.550, dan Matahari (LPPF) turun Rp 400 ke Rp 13.200.

Pelemahan indeks BEI juga terjadi pada awal perdagangan, dimana indeks BEI dibuka turun tipis 5,13 poin atau 0,10% ke posisi 5.049,49, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,29 poin (0,15%) ke level 849,79, “Indeks BEI melemah tipis, namun mayoritas bursa di kawasan Asia yang berada dalam area positif menahan pelemahan lebih dalam,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, secara teknikal menguatnya bursa saham kawasan Asia akan mendorong indeks BEI kembali berada di area positif setelah terkoreksi cukup signifikan pada perdagangan awa pekan kemarin.

Menurutnya, beberapa saham yang melemah signifikan pada perdagangan kemarin diperkirakan kembali menguat antara lain saham sektor perbankan dan semen serta Astra International (ASII).

Sementara itu, analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengaku optimis indeks BEI dapat kembali mencatatkan poin tertinggi kembali. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 78,26 poin (0,34%) ke level 23.968,07, indeks Nikkei-225 naik 20,88 poin (0,14%) ke level 14.803,09, dan Straits Times menguat 9,67 poin (0,28%) ke posisi 3.438,63. (bani)

BERITA TERKAIT

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup turun sebesar 18,12 poin seiring…

KOTA SUKABUMI - Baru Sebulan Berjalan, 80 Persen WP Sudah Gunakan Pantas

KOTA SUKABUMI Baru Sebulan Berjalan, 80 Persen WP Sudah Gunakan Pantas NERACA Sukabumi - Meskipun baru sebulan lalu Pemerintah Kota…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…