Percepat Pencapaian MDGs, Pemerintah Harapkan Peran CSR

2015 mendatang, PBB menargetkan proyek MDGs terkait kesejahteraan dan penerapan sistem demokratisasi negara-negara di dunia yang harus dituntaskan. Bersama pemerintah, CSR mampu memperluas area dan mempercepat pencapaian MDGs.

NERACA

Negara-negara di dunia, khususnya Indonesia, telah berkomitmen untuk mewujudkan dunia yang damai sejahtera. Hal ini tertuang dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000 silam. Namun, untuk mencapai tujuan global tersebut pemerintah tidak mungkin berjuang sendiri.

Mengingat beban pemerintah yang cukup berat untuk mencapai MDGs tersebut, maka peranan dari sektor swasta/perusahaan untuk membantu mewujudkan MDGs pada tahun 2015 mutlak diperlukan. Bidang lingkup kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) secara keseluruhan sangat relevan dengan MDGs, dimana kegiatan utama CSR diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam beberapa bidang untuk meningkatkan peran sosial.

Seperti yang diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SpM (K). Dia menilai bahwa waktu tiga tahun dari sekarang ini untuk menerapkan MDGs sangatlah kurang. Maka dari itu, lanjut dia, pemerintah mendorong segala permasalahan dan langkah strategis dalam upaya percepatan pencapaian Milenium Development Goals (MDGs), salah satunya adalah melalui peranan perusahaan melalui program CSR mereka.

“Kemitraan yang sinergis, strategis dan out-of-the-box antara pemerintah, sektor swasta dan organisasi masyarakat dalam program intervensi yang berbasis masyarakat merupakan unsur esensial dalam upaya mendorong percepatan pencapaian tujuan pembangunan milenium di tanah air,” ujar dia.

Belum lama ini, Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs (KUKPRI- MDGs) menggandeng sektor swasta, yaitu Coca-Cola Indonesia (CCI) untuk membantu pencapaian target MDGs. Melalui program Pencerah Nusantara, CCI gelontorkan dana sebesar US$ 200 ribu (Rp 2 miliar) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, terutama dalam hal peningkatan akses dan kualitas air bersih dan sanitasi dasar.

“Kerjasama ini dilatarbelakangi oleh kesamaan visi, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, terutama dalam hal peningkatan akses dan kualitas air bersih dan sanitasi dasar. Hal ini sejalan dengan misi MDGs dalam mencapai tujuan pembangunan millenium, terutama butir ke-7 yaitu memastikan kelestarian lingkungan hidup dengan menurunkan sebesar separuh proporsi penduduk tanpa akses terhadap air minum yang aman, layak dan berkelanjutan, serta sanitasi dasar,” ujar Nila.

Implementasi Program

Sebagai wujud nyata kerjasama ini, Coca-Cola melalui Yayasan Coca-Cola Indonesia (CCFI) akan mengimplementasikan program kerja-nya melalui Pencerah Nusantara. Pencerah Nusantara merupakan sebuah model program yang dibangun oleh KUKPRI-MDGs sejak Oktober 2012, yang berfokus pada kesehatan melalui penguatan fungsi Puskesmas sebagai garda depan pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia.

Tim Pencerah Nusantara terdiri dari sekelompok tim medis yaitu dokter umum, perawat, bidan, psikolog, epidemiolog, apoteker, sarjana kesehatan masyarakat, maupun pelaku-pelaku di dunia kesehatan lainnya yang akan mengabdi selama satu tahun di wilayah yang paling membutuhkan dukungan.

Ketua Yayasan Coca-Cola Indonesia, Titie Sadarini menjelaskan, dalam tahap ini, Coca-Cola melalui mitra pelaksananya, Mercy Corps akan menfokuskan pada beberapa program utama, diantaranya pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi dasar di Puskesmas Karawang, Jawa Barat dan Puskesmas di Ende, Nusa Tenggara Timur serta masyarakat sekitar.

“Selain itu kami juga akan melakukan beberapa program pelatihan dasar, seperti edukasi publik di sekolah-sekolah, pelatihan kader air bersih dan sanitasi di masyarakat, dan program monitoring lainnya di kedua wilayah target tersebut guna membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya air bersih dan kesehatan,” kata dia.

Program ini sendiri menargetkan penerima manfaat langsung yaitu mereka yang berada di Puskesmas dan sekolah-sekolah yang terpapar fasilitas WASH, 80 orang pelatih yang dilibatkan dan dilatih dalam program, serta sedikitnya 1.000 orang warga yang akan dilatih langsung oleh pelatih- pelatih tadi. Secara tidak langsung, seluruh total populasi dari kedua daerah, yaitu sebanyak 50.000 orang akan merasakan manfaat program.

Koordinator Program Pencerah Nusantara Diah S. Saminarsih menggarisbawahi, kesesuaian semangat yang dibawa oleh Coca-Cola dalam program perluasan akses masyarakat luas untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi dasar yang layak dengan program Pencerah Nusantara dalam melakukan pendekatan holistik-komprehensif dengan memperhatikan tidak hanya aspek kesehatan tetapi juga determinan-determinan sosial seputar kesehatan di komunitas setempat.

Selain dengan CCI, KUKPRI-MDGs juga membangun kerja sama dengan gerakan “Indonesia Mengajar” yang bertujuan untuk memberi penyadaran kepada masyarakat dalam upaya memperhatikan masalah kesehatan. Perusahan Nokia, lewat kerja sama menyebarkan layanan pesan singkat (SMS) kepada masyarakat, khususnya di pedalaman tentang tips-tips mengatasi masalah kekurangan gizi dan bagaimana upaya menjaga kesehatan ibu dan anak. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi diIndonesia.

Related posts