AirAsia X Bhd Bidik Dana Rp 2,9 Triliun Dari IPO

Selasa, 14/05/2013

NERACA

Kuala Lumpur - AirAsia X Bhd, perusahaan penerbangan murah terbesar di Asia berencana menarik dana dari investor melalui IPO senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun di bursa Malaysia.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kemarin. Rencananya perusahaan akan menawarkan sebanyak 790,1 juta saham dengan target dana antara US$ 250 - 300 juta. Sebanyak 75% dari total saham yang akan dijual, merupakan saham baru dan sisanya saham dari tiga pemegang saham yang ada.

Nantinya, hasil IPO ini akan digunakan untuk membeli pesawat baru jenis Airbus A330 pada 2013, setelah AirAsia X menerima pengiriman 7 pesawat jenis A330 produksi Airbus SAS tahun ini. Pembelian ini melengkapi 11 yang sudah ada.

Sementara itu, seorang sumber, sebagaimana dikutip AFP, Senin (13/5) mengungkapkan, aksi korporasi tersebut selain untuk membiayai ekspansi bisnis juga membayar utang.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, CEO AirAsia Tony Fernandes tidak bersedia berkomentar. Namun demikian, dia mengungkapkan bahwa roadshow untuk menjaring minat investor akan dilaksanakan pada pekan kedua Juni, dengan target utamanya investor individual.“Dengan memberikan porsi yang lebih besar kepada investor perseorangan, kami menawarkan sesuatu bagi masyarakat yang selama ini telah menggunakan jasa penerbangan kami dan yang telah mendukung kami," ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Shukor Yusof, analis industri penerbangan dari Standard and Poor’s Equity mengatakan bahwa melantainya AirAsia X di bursa Kuala Lumpur diperkirakan akan menuai sukses.“Itu sangat mungkin, ketika Tony Fernandes mengendalikan perusahaan ini, kredibilitas IPO akan terjaga. Saat inikondisi pasar sedang kondusif dan ada banyak yangtertarik untuk memilikisaham dari perusahaan penerbangan berbiaya rendah," ujar Shukor.

Bertindak sebagai penjamin emisi dan koordinator global dalam penawaran ini adalah CIMB Group Holdings, Maybank, Credit Suisse dan Morgan Stanley dan Barclays Plc, BNP Paribas, Citigroup, CLSA dan HSBC Holdings akan membantu proses penawaran.

Sementara itu, Jumlah penumpang AirAsia Berhad Group maupun AirAsia Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Peningkatan disebabkan oleh penambahan armada pesawat maupun penambahan rute-rute baru. (nurul)