AirAsia X Bhd Bidik Dana Rp 2,9 Triliun Dari IPO

NERACA

Kuala Lumpur - AirAsia X Bhd, perusahaan penerbangan murah terbesar di Asia berencana menarik dana dari investor melalui IPO senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun di bursa Malaysia.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kemarin. Rencananya perusahaan akan menawarkan sebanyak 790,1 juta saham dengan target dana antara US$ 250 - 300 juta. Sebanyak 75% dari total saham yang akan dijual, merupakan saham baru dan sisanya saham dari tiga pemegang saham yang ada.

Nantinya, hasil IPO ini akan digunakan untuk membeli pesawat baru jenis Airbus A330 pada 2013, setelah AirAsia X menerima pengiriman 7 pesawat jenis A330 produksi Airbus SAS tahun ini. Pembelian ini melengkapi 11 yang sudah ada.

Sementara itu, seorang sumber, sebagaimana dikutip AFP, Senin (13/5) mengungkapkan, aksi korporasi tersebut selain untuk membiayai ekspansi bisnis juga membayar utang.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, CEO AirAsia Tony Fernandes tidak bersedia berkomentar. Namun demikian, dia mengungkapkan bahwa roadshow untuk menjaring minat investor akan dilaksanakan pada pekan kedua Juni, dengan target utamanya investor individual.“Dengan memberikan porsi yang lebih besar kepada investor perseorangan, kami menawarkan sesuatu bagi masyarakat yang selama ini telah menggunakan jasa penerbangan kami dan yang telah mendukung kami,\" ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Shukor Yusof, analis industri penerbangan dari Standard and Poor’s Equity mengatakan bahwa melantainya AirAsia X di bursa Kuala Lumpur diperkirakan akan menuai sukses.“Itu sangat mungkin, ketika Tony Fernandes mengendalikan perusahaan ini, kredibilitas IPO akan terjaga. Saat inikondisi pasar sedang kondusif dan ada banyak yangtertarik untuk memilikisaham dari perusahaan penerbangan berbiaya rendah,\" ujar Shukor.

Bertindak sebagai penjamin emisi dan koordinator global dalam penawaran ini adalah CIMB Group Holdings, Maybank, Credit Suisse dan Morgan Stanley dan Barclays Plc, BNP Paribas, Citigroup, CLSA dan HSBC Holdings akan membantu proses penawaran.

Sementara itu, Jumlah penumpang AirAsia Berhad Group maupun AirAsia Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Peningkatan disebabkan oleh penambahan armada pesawat maupun penambahan rute-rute baru. (nurul)

BERITA TERKAIT

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Revolusi Industri 4.0 Untuk Bidik 10 Besar Dunia

NERACA Jakarta – Pemerintah telah menetapkan target Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia tahun 2030.…

Sejarah Perdamaian Dunia Dimulai dari Singapura

Oleh: Yunianti Jannatun Naim Konflik antara Amerika Serikat dengan Korea Utara yang terus memanas dalam sebulan terakhir akhirnya mereda setelah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…