Laba Bersih BSM Rp255,6 Miliar - Triwulan I 2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan laba bersih Rp255,60 miliar per 31 Maret 2013. Laba tersebut naik 32,63% dibandingkan perolehan laba di periode sama tahun lalu yang sebesar Rp192,72 miliar. Penyumbang terbesar kenaikan laba adalah pendapatan margin dan bagi hasil serta efisiensi biaya. Pendapatan margin dan bagi hasil BSM per Maret 2013 sebesar Rp1,27 triliun, atau tumbuh 18,69%, dibanding posisi Maret tahun lalu yang sebesar Rp1,07 triliun. “Pendapatan margin dan bagi hasil itu bersumber dari pembiayaan BSM yang per Maret 2013 mencapai Rp46,26 triliun, meningkat 23,56%, dibandingkan pembiayaan BSM pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp37,44 triliun,” kata Yuslam Fauzi, Direktur Utama BSM, dalam keterangan tertulis yang diterima Neraca di Jakarta, Senin (13/5).

Untuk segi pembiayaan, BSM terus fokus pada sektor UMKM. Per Maret 2013, porsi pembiayaan UMKM & nonkorporasi sebesar 73,16% dan porsi pembiayaan korporasi 26,84%. BSM juga mengklaim lebih efisien pada tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini terlihat pada rasio BOPO per Maret 2013 yang sebesar 69,24% atau turun dibandingkan rasio di periode sama tahun lalu yang sebesar 70,47%. Bahkan, BOPO per Maret 2013 lebih kecil dibandingkan BOPO per Desember 2012 yang sebesar 73,00%. “Alhamdulillah kami terus mempertahankan kebijakan operasional perbankan yang efisien,” imbuhnya.

Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp48,38 triliun, meningkat 12,75%, daripada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp42,91 triliun. Lalu, aset perseroan di triwulan pertama 2013, menyentuh angka Rp55,48 triliun, atau tumbuh 11,81% dibandingkan posisi Maret 2012 sebesar Rp49,62 triliun. Ekuitas bank yang merupakan anak usaha Bank Mandiri ini, per 31 Maret 2013, mencapai Rp4,44 triliun, tumbuh 35,78% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp3,27 triliun. Kenaikan ekuitas tersebut terjadi karena adanya peningkatan modal disetor dan laba perusahaan. Memang, pada 28 Desember 2012 lalu, Bank Mandiri menambah modal ke BSM sebesar Rp300 miliar. [ria]

BERITA TERKAIT

Ditopang Bisnis Hotel - Intikeramik Bidik Laba Rp 129 Miliar di 2019

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) menargetkan laba bersih sebesar Rp 129 miliar dan untuk…

Lepas Bisnis Consumer Health - November, Laba Merck Melesat Tajam 563,84%

NERACA Jakarta – Sampai dengan November 2018, PT Merck Tbk (MERK) membukukan pertumbuhan laba 563,84% sejalan dengan adanya laba penjualan…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Industri Properti Perlu Waspadai Suku Bunga dan Likuiditas

      NERACA   Jakarta – Industri properti dihimbau untuk mengantisipasi terhadap dua tantangan penting yaitu ketidakpastian ekonomi global…

Bank Muamalat Kerjasama Remitansi dengan Al Rajhi Bank Malaysia

      NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Al Rajhi Bank Malaysia menandatangani perjanjian kerjasama…

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…