Penurunan Penjualan Kerek Laba Surya Semesta - Kuartal Pertama Turun 10,1%

NERACA

Jakarta- PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 10,1% atau menjadi Rp200,3 miliar pada kuartal pertama 2013 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp222,7 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (13/5). Disebutkan, terjadinya penurunan antara lain dikarenakan turunnya penjualan lahan industri dan peningkatan beban bunga konsolidasi perseroan yang berhubungan dengan pengeluaran obligasi perseroan pada Oktober 2012.

Pada kuartal pertama 2013, perseroan mencatatkan penjualan lahan industri seluas 28,8 hektar dengan harga rata-rata penjualan sebesar US$103,5 per m2 sehingga total menjadi Rp289,7 miliar dibandingkan nilai penjualan lahan industri tahun sebelumnya sebesar Rp335,9 miliar.

Adapun pendapatan usaha menjadi Rp1,10 triliun atau naik sebesar 25,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp883 miliar. Laba kotor perseroan menjadi Rp359,2 miliar, atau naik sebesar 2,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp349,2 miliar. Laba usaha perseroan turun 0,5% menjadi Rp272,8 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp274,1 miliar.

Total liabilitas yang dicatatkan perseroan turun 3% menjadi Rp3,08 triliun, dan total ekuitas naik 12,6% menjadi Rp1,79 triliun pada 31 Maret 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp1,59 triliun. Aset perseroan naik 2,3% menjadi Rp4,96 triliun pada 31 Maret 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp4,85 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun 8,1% menjadi Rp1,73 triliun pada 31 Maret 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp1,89 triliun.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 30% atau mencapai Rp4,3 trilun. Laba bersih konsolidasi dipatok mencapai Rp850 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh proyeksi tetap menguatnya momentum penjualan lahan di kawasan industri dan potensi pertumbuhan di sektor jasa konstruksi dan perhotelan.

Untuk mendukung kinerjanya ke depan, perseroan sebelumnya menyebutkan akan mengakuisisi jalan tol Jakarta-Cikampek untuk meningkatan pendapatan berulang (recurring income). Dalam rencana tersebut, perseroan diperkirakan menyiapkan dana sekitar Rp800 miliar. Selain itu, SSIA juga berencana membangun lima hotel budget, dari rencana tujuh hotel budget senilai Rp350 miliar.

Perseroan telah melakukan pembelian lahan di beberapa lokasi yaitu Karawang, Jakarta, Surabaya, Palembang dan Pekanbaru. Targetnya, perseroan berharap dapat mencatatkan pendapatan berulang secara keseluruhan mencapai 30% dalam waktu lima tahun mendatang. (lia)

BERITA TERKAIT

Strategi Mengantisipasi Penurunan Harga Sawit

Oleh: Subagyo Selama 50 tahun terakhir hampir semua komoditas pertanian mengalami penurunan harga, rata-rata turun satu persen per tahun. Salah…

Ditopang Apartemen Parkland - Trimitra Propertindo Raup Laba Rp 12,8 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, emiten properti PT Trimitra Propertido Tbk (LAND) berhasil membukukan laba bersih Rp12,8 miliar atau tumbuh…

Jika Presiden Tidak Turun Tangan, SP PLN Ancam Mogok Kerja - Permasalahan Di PLN

      NERACA   Jakarta - Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP PLN) mendesak Presiden Joko Widodo untuk turun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Renuka Coalindo Masuk UMA

Perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan harga saham…

Pemda Jateng Tunda Rilis Obligasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah seniai Rp1,2 triliun. Padahal, proses penerbitan obligasi tersebut telah mendapat…

BATA Bagi Dividen Interim Rp 8,71 Persaham

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) akan membagikan dividen interim untuk tahu buku 2018 sejumlah Rp 8,71 per saham atau semuanya…