free hit counter

Produksi Kecambah Sawit Ditaksir Turun 1 Juta

Sektor Perkebunan

Selasa, 14/05/2013

NERACA

Jakarta – Pemerintah memprediksi penurunan produksi benih tanaman kelapa sawit di 2013 ini sebesar satu juta kecambah dibanding tahun lalu yang mencapai 175 juta kecambah. Di 2013 ini, produksi benih sawit diraksir hanya sebesar 174 juta kecambah.

Hal itu diungkapkan Direktur Tanaman Tahunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Herdrajat Natawijaya di Jakarta, Senin. Menurut dia, salah satu penyebab turunnya produksi benih kelapa sawit tahun ini karena melambatnya ekspansi perkebunan kelapa sawit. Sepanjang 2012 produksi benih sawit domestik dipatok 175 juta kecambah, namun hingga akhir tahun ternyata produksi itu terlalu banyak, sehingga sebagian kecil dari benih yang tidak laku terpaksa dibakar.

Perlambatan kemampuan perusahaan kelapa sawit untuk memperluas arealnya juga berdampak terhadap penyerapan benih sawit. “Karena itu, tahun ini produksi diperkirakan lebih rendah satu juta kecambah dari tahun lalu,” katanya.

Herdrajat mengatakan, ada indikasi pelaku usaha perkebunan sawit kini mencari lahan ke Afrika, Kamerun, dan Liberia karena mereka berpikir lahan di Indonesia sudah terbatas, sebaliknya di negara- negara tersebut dinilai cenderung lebih mudah untuk mencari lahan. Selain itu, rencana produksi benih sawit sebanyak 174 juta kecambah itu dihasilkan 10 perusahaan sumber benih sawit, yaitu PT London Sumatra sebanyak 23 juta kecambah, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) 30 juta kecambah, PT Socfin Indonesia 40 juta kecambah, PT Bina Sawit Makmur 17,5 juta kecambah, dan PT Dami Mas Sejahtera sebanyak 20 juta kecambah. Selanjutnya, PT Tunggal Yunus Estate 20 juta kecambah, PT Tania Selatan 5 juta kecambah, PT Bakti Tani Nusantara 7 juta kecambah, PT Sarana Inti Pratama 6,5 juta kecambah, dan PT Sasaran Ehsan Mekarsari 5 juta kecambah.Next