Pelaku Pasar Diminta Tetap Waspada - Menunggu Kepastian BBM

NERACA

Jakarta- Setelah menyentuh level 5.115 yang merupakan level tertingginya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berpeluang untuk naik tipis. Namun, dengan mengandalkan laju bursa saham global dan berita umum emiten, pelaku pasar diminta tetap waspada terhadap koreksi yang terjadi ke depan. “Meski masih ada peluang kenaikan tipis namun, tetap selalu mewaspadai pembalikan arah.” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Senin (13/5).

Menurutnya, sentimen IHSG saat ini masih lebih banyak mengandalkan laju bursa saham global dan berita-berita umum emiten. Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati data-data pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara yang tentunya akan berpengaruh pada laju bursa saham global. Terlebih pada pekan ini banyak data-data yang akan dirilis. “Cermati sektor industri dasar, keuangan, aneka industri, infrastruktur, dan properti.” ujarnya.

Masih adanya optimisme dan imbas kenaikan bursa saham global, lanjut dia, telah membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada level 5.115 kemarin. Dengan demikian, selama sepekan indeks mengalami kenaikan 180,45 poin atau 3,66%, berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya yang melemah 53,03 poin atau 1,07%.

Mulai berbalik arahnya bursa saham Asia menjadi positif yang diikuti dengan kenaikan pada pembukaan bursa saham Eropa turut membantu pencapaian IHSG di rekor baru tersebut. Selama sepekan asing mencatatkan nett sell sebesar Rp741,71 miliar lebih tinggi dari pekan sebelumnya sebesar Rp398,26 miliar.

Tingginya nilai transaksi pada perdagangan kemarin juga terbantukan dari transaksi nego BTPN senilai Rp6,4 miliar di harga Rp6500 antara KimEng Securities dan CIMB Securities Indonesia. Pada pekan ini, dia memperkirakan indeks akan berada pada rentang Support 4889-4945 dan Resisten 5145-5175. Sejumlah saham yang dapat diperhatikan antara lain SMGR, PNBN, CPIN, BBCA, SMCB, BBNI, MAIN, TLKM, BSDE, APLN, PWON, INDF, dan AISA.

Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan, peluang Dow Jones untuk melanjutkan kenaikan ke depan terjadi sepanjang laporan ekonomi atas penjualan retail, produksi industri dan aktivitas manufacturing yang dirilis tidak mengecewakan.

Masih Wait And See

Sementara dari Indonesia pasar masih menunggu kepastian terkait kebijakan pemerintah mengenai bahan bakar minyak (BBM). “Di samping menunggu kelanjutan emiten yang merelease laporan keuangan kuartal pertama 2013, market juga menunggu pengesahan APBN-P 2013 yang di dalamnya memuat kebijakan harga BBM bersubsidi solar dan premium.” jelasnya.

Disebutkan Edwin, beberapa emiten besar yang akan merelease laporan keuangan kuartal pertamanya pada minggu ini seperti Macy\\\'s, Cisco pada hari Rabu dan Wal-Mart, Applied Materials, Marvell Tech, JCPenney pada hari Kamis. Selain itu, pelaku pasar juga juga perlu memperhatikan beberapa data ekonomi Amerika Serikat, seperti Retail sales, business inventories untuk Senin; Small business optimism index, Selasa; PPI, Empire state manufacturing survey, industrial production, housing market index, Rabu; CPI, housing starts, jobless claims, Philadelphia Fed survey, Kamis dan Consumer sentiment, leading indicators, Jumat. Di luar AS, data ekonomi negara besar yang juga perlu diperhatikan yaitu Industrial production, retail sales, Leading Economic Index di Cina, Leading Index, GDP, Industrial Production di Jepang dan CPI, dan Industrial Production, Economic Sentiment, GDP di Zona Eropa. (Lia)

BERITA TERKAIT

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Rights Issue, ASSA Lepas 1,25 Miliar Saham Baru

Galang pendanaan di pasar modal, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…