Baramulti Rampungkan Eksplorasi Blok Bara Tiga

Selasa, 14/05/2013

NERACA

Jakarta- PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menyampaikan telah menyelesaikan 15 titik bor di area Bara 3 yang merupakan blok paling barat konsesi di wilayah Kalimantan dengan total kedalaman 1205 meter pada April 2013. Kedalaman rata-rata pemboran, yaitu 80 meter dan jarak titik bor rata-rata 50 meter.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (13/5). Disebutkan, kegiatan eksplorasi yang dilakukan perseroan tersebut berupa lanjutan kegiatan pemboran stratigrafi dan pemboran detail (Infill Drilling). Pemboran stratigrafi ini bertujuan untuk mengetahui urutan lapisan batubara mulai dari Blok Bara 1 dan 2 (bagian timur) hingga Bara 3 (bagian barat), sedang pemboran infill bertujuan untuk lebih mendetailkan data lapisan batubara yang dianggap potensial, atau memiliki ketebalan lebih dari 2 meter.

Dari kegiatan eksplorasi yang telah berjalan hingga saat ini di blok Bara 3, telah dapat diidentifikasi sebanyak 25 seam dengan rata-rata ketebalan yang bervariasi berkisar antara 0.1 hingga 6 meter. Sejumlah 5 seam utama telah berhasil diidentifikasi sepanjang arah strike 500 hingga 900 meter serta memiliki ketebalan rata-rata antara 1 hingga 4 meter dan kualitas kalori (gar) berkisar antara 4190 hingga 4940 kcal/kg. Selanjutnya, perseroan akan melanjutkan pemboran untuk mengejar kemenerusan lapisan batubara ke arah selatan blok Bara 3.

Adapun metode pemboran yang dilakukan adalah vertical drilling dengan menggunakan dua unit Jacro-175 dengan diameter lubang berukuran N (76.00 mm). Sistem pemboran adalah touch coring dan full coring, dan semua titik bor dilakukan pengukuran geophysical logging. Pemboran dilakukan oleh satu kontraktor pemboran yaitu CV Cosyindo Teknik yang mengoperasikan 2 unit rig jenis Jacro-175 (maksimal kedalaman 100m).

Kegiatan pemboran ini disupervisi langsung oleh PT Baramulti Suksessarana Tbk dibawah tanggung jawab Divisi Eksplorasi. Sedangkan untuk kegiatan geophysical logging dilakukan oleh kontraktor PT RecsaLog Geoprima juga dibawah pengawasan langsung oleh Divisi Eksplorasi PT Baramulti Suksessarana. Dari biaya operasional yang dianggarkan untuk eksplorasi sebesar Rp238 juta, sampai dengan April 2013, dana yang direalisasikan mencapai Rp199 juta.

Sementara itu, untuk eksplorasi yang dilakukan anak usahanya, PT. Antang Gunung Meratus (AGM), pada April 2013 kegiatan eksplorasi dilaksanakan di daerah PKP2B PT Antang Gunung Meratus (AGM) Blok 4 Warutas, Desa Suato Tatakan kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

Kegiatan eksplorasi AGM difokuskan pada kegiatan pemboran Infill Drilling di Areal Tambang Blok 4 Warutas. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut AGM dibantu oleh kontraktor pemboran PT. Karya Bumi Prima di bawah pengawasan konsultan AGM. Untuk kegiatan ini AGM telah mengeluarkan biaya mencapai Rp103 juta. Adapun rencana pemboran selanjutnya masih melanjutkan pengeboran eksplorasi detil di blok Blok 4 Tatakan dengan target seam K12-K15. (lia)