Tambah Modal, BRI Agro Gelar Right Issue - Bidik Dana Rp 449,98 Miliar

NERACA

Jakarta – Persaingan bisnis industri keuangan perbankan terus meningkat tajam. Maka guna menguasai pasar dan meningkatkan ekspansi kredit, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) /rights issue IV kepada para pemegang saham sebanyak-banyaknya 3,84 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 dengan harga pelaksanaan Rp117 per saham.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (13/5). Disebutkan, dana hasil pelaksanaan rights issue ini digunakan untuk ekpansi kredit. Selain itu, total dana yang diraih dari hasil pelaksanaan rights issue ditargetkan sebesar Rp449,98 miliar.

Setiap pemegang 1.000 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 24 Juni 2013 berhak atas 1.063 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp117 per saham.

Apabila pemegang saham tidak melaksanakan HMETDnya dalam pelaksanaan rights issue maka akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) yaitu maksimum sebesar 51,53%. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan aksi korporasi ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Juni 2013.

Jadwal pelaksanaan rights issue ini antara lain, pernyataan efektif pada 12 Juni 2013, RUPSLB pada 12 Juni 2013, cum-HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2013, pasar tunai pada 24 Juni 2013, ex-HMETD untuk pasar reguler dan negosiasi pada 20 Juni 2013, dan pasar tunai pada 25 Juni 2013. Pencatatan HMETD di BEI pada 26 Juni 2013.

Sebelumnya, Direktur BRI Agro, Zuhri Anwar pernah mengungkapkan, pihaknya sudah mengajukan penambahan modal sebesar Rp 500 miliar kepada pemegang saham dalam rencana bisnis bank (RBB) 2013 yang diajukan perseroan kepada Bank Indonesia, “Kami berharap pemegang saham BRI Agro akan mencairkan dana penambahan modal tersebut pada semester I tahun ini, “tuturnya.

Menurut Zuhri, suntikan modal tersebut untuk mendukung ekspansi kredit BRI Agro yang ditargetkan tumbuh 40% di 2013. Dari total modal BRI Agro per 31 Desember 2012 sebesar Rp 353,3 miliar, kredit perseroan pada periode tersebut naik 38,83% menjadi Rp 2,53 triliun, YoY dari Rp 1,82 triliun.

Komposisi kredit BRI Agro masih didominasi kredit kemitraan yang memberikan margin bunga signifikan, sehingga Net Interest Margin (NIM) dapat ditingkatkan menjadi 6,00% dari 4,54% pada tahun sebelumnya. Saat ini, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguasai saham BRI Agro sebesar 79,78%, sedangkan 14% dimiliki Dana Perkebunan (Dapenbun) dan sisanya 6,22% milik publik. (bani)

BERITA TERKAIT

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Stimulus Sektor Perumahan Buat KPR Subsisi Makin Subur

Stimulus di sektor perumahan yang disuntikkan pemerintah sebagai obat antisipasi terhadap dampak penyebaran virus corona dinilai akan menjadi bantalan efektif…

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…