Masih Ada Peluang IHSG Balik Arah Menguat

Selasa, 14/05/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan kemarin. Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi anjlok 51,309 poin (1,00%) ke level 5.054,628. Sementara Indeks LQ45 jatuh 10,398 poin (1,21%) ke level 851,075. Maraknya aksi ambil untung menjadi pemicu lemahnya indeks BEI.

Kata analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, aksi ambil untung pelaku pasar menahan penguatan indeks BEI Senin awal pekan, “Pelaku pasar saham mengambil posisi jual saham pada hari ini sehingga menekan indeks BEI,\" katanya di Jakarta, Senin (13/5).

Meski demikian, dirinya masih optimis akan adanya penguatan kembali (rebound) diatas level pencapaian rekor tertinggi pada pekan lalu. Menurutnya, beberapa saham yang dapat dikoleksi perdaganagn Selasa antara lain, Vale International (INCO), Tiga Pilar Sejahtera (AISA), Harum Energy (HRUM), Bank Central Asia (BBCA).

Hal senada juga disampaikan analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono. IHSG BEI melemah cukup signifikan didorong oleh aksi ambil untung yang dilakukan investor setelah pekan lalu sempat mencatat rekor tertinggi, “Minimnya sentimen positif juga membuat investor memilih untuk merealisasikan keuntungan yang mereka peroleh pada pekan lalu,”ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, aksi jual banyak dilakukan investor asing, serta beberapa investor lokal. Saham-saham bank kelas berat memimpin pelemahan kemarin. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 155.821 kali pada volume 4,288 miliar lembar saham senilai Rp 5,532 triliun. Sebanyak 80 saham naik, sisanya 191 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Tercatat rata-rata bursa di Asia jatuh ke zona merah akibat aksi jual menutup perdagangan awal pekan. Hanya bursa Jepang yang masih naik tinggi menyusul pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 3.850 ke Rp 23.150, Gowa Makassar (GWTD) naik Rp 1.400 ke Rp 8.450, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 338.000, dan Century Textille (CNTX) naik Rp 900 ke Rp 6.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 52.600, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 34.300, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 400 ke Rp 18.600, dan BTPN (BTPN) turun Rp 350 ke Rp 5.450.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup terkoreksi 43,11 poin (0,84%) ke level 5.062,825. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 9,675 poin (1,12%) ke level 851,798. Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi mulai terhempas akibat profit taking. Investor mulai memanfaatkan posisi indeks yang sudah tinggi untuk mengambil untung.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 85.451 kali pada volume 2,199 miliar lembar saham senilai Rp 2,539 triliun. Sebanyak 95 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 3.100 ke Rp 22.400, Gowa Makassar (GWTD) naik Rp 1.400 ke Rp 8.450, Multi Prima (LPIN) naik Rp 900 ke Rp 7.250, dan Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 360 ke Rp 1.810.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.500 ke Rp 13.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 52.950, Lion Metal (LION) turun Rp 300 ke Rp 13.000, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 18.750.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 4,04 poin atau 0,08% ke posisi 5.101,89, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,01 poin (0,12%) ke level 860,46, “Indeks BEI cenderung sepi dari sentimen positif setelah mengalami penguatan tertingginya pada akhir pekan lalu (10/5),\" kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.

Purwoko Sartono menambahkan, investor juga masih mengambil posisi tunggu seraya memantau terhadap langkah pemerintah terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri.

Dirinya memperkirakan indeks BEI pada awal pekan bergerak di kisaran 5.085-5.120 poin dengan beberapa saham-saham yang dapat diperhatikan, yakni Gudang Garam (GGRM), Semen Indonesia (SMGR), Kawasan Industri Jababeka (KIJA), Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Sebaliknya, analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan IHSG BEI rawan terhadap aksi ambil unung investor setelah menguat signifikan sekitar 3,6% sepanjang pekan lalu, “Beberapa saham sektor-sektor yang menjadi penggerak indeks di pekan lalu antara lain sektor konsumer, konstruction, properti dan otomotif itu cukup rawan terhadap ambil untung,\"ujarnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 178,83 poin (0,77%) ke level 23.142,39, indeks Nikkei-225 naik 203,98 poin (1,24%) ke level 14.811,52, dan Straits Times menguat 2,68 poin (0,08%) ke posisi 3.446,45. (bani)