Lippo Group Bangun Hotel dan Pusat Perdagangan Rp2 T

Senin, 13/05/2013

NERACA

Padang - Lippo Group rencananya akan membangun Lippo Plaza Super Blok di atas tanah seluas 95 ribu meter persegi di daerah kawasan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sumatera Barat.

Menurut PresdirLippo Group Lippo, Theo L. Shambuaga, konsep pembangunan ini adalahfour in one, empat bangunan akan terintegrasi sekaligus di dalamnya, yaitu rumah sakit berstandar internasional, hotel, sekolah, dan pusat belanja mewah.

“Investasi senilai Rp2 triliun ini merupakan komitmen Group Lippo membangun ekonomi daerah. Bagi saya Padang merupakan kota strategis di pantai barat Sumatera, diprediksi perekonomiannya akan terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang. Karena itu, perusahaan besar ini mendukung kota Padang menyongsong kota baru,” ujarnya usai pemancangan tiang pertama bangunan di Padang, akhir pekan lalu.

Konsep bangunan itu adalah pertama membangun hotel bintang lima Aryaduta dengan kapasitas 200 kamar, lalu pendirian sekolah Nasional plus, nantinya nama sekolah itu Sekolah Padang Harapan yang mampu menampung 1.680 siswa.

“Tapi bangunan yang pertama dulu kita bangun adalah Rumah Sakit Standar Dunia, nanti akan dilengkapi peralatan generasi terkini, seperti CT Scan dan MRI dengan kapasitas 300 kamar pasien. Lalu disusul pusat perbelanjaan mewah. Kita juga akan menarik sejumlah brand nasional seperti Hypermart, Matahari Departmen Store, Bioskop, Fitness Centre, dan jasa perbankan, bangunan ini juga dengan helipad,”ujarnya dalam siaran pers yang diterimaNeraca, Minggu (12/5).

Theo juga mengatakan, nanti setelah bangunan ini selesai akan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.000 orang, dan tenaga kerja tersebut didapat dari Sumatera Barat. “Untuk rumah sakit sendiri akan selesai selama 12 bulan,” katanya.

Hadir pada acara pemancangan tiang proyek tersebut antara lainCEO Lippo Group James Riyadi, Ketua DPD RI Irman Gusman, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Sesepuh Sumatera Barat Azwar Anas, serta pengusaha Ratna Hasyim Ning dan putranya Ismail Ning.

“Lippo Plaza adalah bangunan terintegrasi yang di dalamnya ada rumah sakit internasional, hotel dan pusat perdagangan di Kota Padang. Dengan standard kelas dunia, fasilitas umum yang didesain untuk memenuhi kebutuhan akan gaya hidup modern bagi masyarakat Padang dan Sumatera Barat,”ujarKetut Budi Wijaya, Presdir PT Lippo Karawaci Tbk

Sementara Walikota Padang, Fauzi Bahar mengatakan, pemerintah kota selalu membuka investasi dengan catatan bisa mendapatkan PAD dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Padang.“Kami juga menggratiskan biaya perizinan untuk nilai investasi di atas Rp1 triliun dan menyediakan lebih 500 lapangan pekerjaan,” paparnya.

Pembangunan kawasan yang diklaim pertama dilakukan Lippo Group di daerah ini diprediksi bakal menyerap 3000 orang tenaga kerja dan akan mengutamakan tenaga kerja lokal. Juga suatu bukti kepercayaan investor terhadap prospek bisnis dan investasi di Kota Padang.

Fauzi memaparkan, pada masa recovery berbagai bantuan dana untuk pembangunan rehab rekon mengalir ke Kota Padang. Sejumlah investor khususnya di bidang perhotelan, saat ini sudah berdirilima hotel baru sekelas bintang 3 dan 4 di Kota Padang.

Diharapkan, lanjut Fauzi, pembangunan kawasan ini akan dapat memacu roda ekonomi dan Kota Padang dan melengkapi sarana dan prasarana yang berstandar inrternasional di kawasan Sumatera Barat dan provinsi sekitarnya.

Selain itu, Theo mengatakan Lippo Group juga akan merevitalisasi proyek “Bandar Minangkabau”senilai investasiRp 5 triliun - Rp10 triliun. “Proyek lain di kota Padang adalah akan membangun kota baru dengan merevitalisasi pantai seluas sekitar700 ha dengan nama proyek“Bandar Minangkabau”, bekerja sama dengan pengusaha muda Ismail Ning,” ujarnya. [fba]