Penjualan Saham BTPN Dongkrak Transaksi Saham - Nilai Transaksi Capai Rp 12,4 Triliun

NERACA

Jakarta –Pembelian perusahaan Jepang Sumitomo Mitsui Financial Group Inc terhadap saham saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) senilai Rp 9,21 triliun memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin yang berhasil berada di level 5.105,937.

Tercatat, pada perdagangan akhir pekan kemarin, transaksi saham berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 153.791 kali pada volume 5,986 miliar lembar saham senilai Rp 12,496 triliun. Sebanyak 145 saham naik, sisanya 123 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Menurut analis, nilai transaksi akhir pekan kemarin melonjak tinggi akibat akuisisi BTPN oleh Sumitomo asal Jepang. Transaksi dilakukan oleh CIMB Securities Indonesia (YU) dan Kim Eng Securities (ZP) di pasar negosiasi.

Total transaksi dari akuisisi tersebut mencapai Rp 6,5 triliun. Transaksi ini baru tahap pertama sebanyak 20% dan masih akan dilakukan transaksi sampai mencapai 40% saham BTPN.

Sebagai informasi, penjualan saham BTPN dimaksudkan untuk mengembangkan usaha perseroan ke Asia Tenggara. Bank terbesar kedua di Jepang ini akan membeli 24,26% atau setara dengan 1,42 miliar saham BTPN. Sumitomo Mitsui akan membeli saham BTPN dari tanggal 8 - 10 Mei. Namun mereka tidak merinci waktu dan harga untuk rencana pembelian tambahan 15,7% untuk menggenapkan kepemilikan atas BTPN menjadi 40%.

Direktur PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, Anika Faisal mengakui, terjadi penjualan saham BTPN sebesar 16,87% dari TPG Nusantara S.a.r.l (TPGN) ke Sumitomo Mitsui Banking Corporation.

Menurutnya, transaksi tersebut tidak mengakibatkan terjadinya perubahan pemegang saham pengendali BTPN. Karena kepemilikan TPGN di BTPN tetap mayoritas, menjadi 41%, meskipun di masa mendatang Sumitomo akan membeli lagi saham BTPN hingga kepemilikannya mencapai sekitar 40%, “Untuk melakukan penambahan saham itu, Sumitomo Mitsui Banking Corporation akan memenuhi ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku termasuk dari Bank Indonesia (BI),”ungkapnya.

Sementara menurut Presiden Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Kumibe Takeshi mengatakan, BTPN memiliki bisnis model unik dan menawarkan layanan jasa keuangan yang fokus kepada pasar besar. Saat ini, Sumitomo Mitsui Banking Corporation melakukan diversifikasi usaha di pasar Asia termasuk Indonesia, “Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan didorong populasi besar dan kelas menengah baru yang bertambah,”tandasnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

Dongkrak Aset Jadi Rp 27,9 Triliun - META Operasikan Proyek Tol dan PLTM

NERACA Jakarta - Genjot pertumbuhan pendapatan dan aset, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)  bersiap mengoperasikan dua proyek infrastruktur dan melanjutkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Rights Issue, ASSA Lepas 1,25 Miliar Saham Baru

Galang pendanaan di pasar modal, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…