Mall Jadi Ajang Pemasaran Produk Kreatif

Senin, 13/05/2013

NERACA

Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengharapkan ajang Jakarta Fashion & Food Festival ke-10 di La Piazza, Sentra Kelapa Gading dapat diikuti oleh pusat perbelanjaan lainnya.

JFFF ke-10 itu memberikan kesempatan kepada perancang lokal, brand lokal, dan UKM yang bergerak bidang kuliner serta hiburan menawarkan hasil karya mereka kepada para konsumen. JFFF dilaksanakan pada 9-26 Mei 2013. "Ini win-win solution. Mall juga ramai, buat kami sebagai wadah untuk memasarkan industri kreatif," ujarnya saat hadir di JFFF ke-10, pekan lalu.

Mari berpendapat fesyen mempunyai potensi luar biasa dengan meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah. JFFF yang dilaksanakan oleh PT Summarecon Agung Tbk juga menampilkan kuliner nusantara dari 80 UKM dengan kurang lebih 100 jenis makanan nusantara di kawasan Kampung Tempo Doeloe (KTD).

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat meminta industri kreatif diberikan kemudahan untuk mendapatkan permodalan dari perbankan. "Permodalan selalu menjadi masalah utama bagi industri kreatif. Karena industri kreatif tidak masuk dalam kriteria perbankan dalam memberikan permodalan. Untuk itu, dia meminta agar industri kreatif diberikan perlakuan khusus fasilitas kredit," ujar MS Hidayat.

Menurut Menperin, perajin industri kreatif belum punya jaminan dalam mengajukan permodalan dengan persyaratan yang diminta perbankan. "Masalah industri kreatif adalah permodalan karena pengrajin belum memenuhi syarat terutama dari jaminan," katanya.

Menperin menginginkan agar industri kreatif bisa maju seperti di Korea Selatan dan Inggris karena industri kreatif mereka menjadi eksportir terbesar.

Saat ini, pertumbuhan industri kreatif di Indonesia sudah mencapai 7 %. Untuk bisa mengikuti jejak Korea Selatan dan Inggris, Kementerian Perdagangan akan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk bisa memajukan industri kreatif dalam negeri. "Ini kita sedang menyusun rencana dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan industri kreatif menjadi produk unggulan," kata dia.

Pemerintah memproyeksi pada tahun ini pasar industri kreatif diperkirakan akan tumbuh antara 5 % hingga 10 %. Nilai pasar industri kreatif diperkirakan bisa mencapai Rp 174,3 triliun sampai Rp 182,6 triliun. Jumlah ini naik dari prediksi nilai pasar industri kreatif tahun 2012 yang sebesar Rp 166,6 triliun.

Potensial Dikembangkan

Sebelumnya Wakil Presiden, Boediono, menilai industri kerajinan termasuk industri kreatif yang potensial untuk dikembangkan. Sebab, kerajinan banyak diminati pasar baik dalam dan luar negeri. Wapres mengatakan industri kerajinan berkontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Meski begitu, ia mengingatkan industri kerajinan pun masih memiliki sejumlah hambatan. “Harus diakui industri kerajinan kita ada hambatan,” ujarnya.

Agar industri kerajinan berkembang, menurutnya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah. Contohnya, akses permodalan bagi pelaku usaha, perbaikan sistem manajemen termasuk promosi dan pemasaran, branding, hak paten, hak kekayaan intelektual, hingga produk-produk yang ramah lingkungan. “Inisiatif dunia usaha terutama perbankan akan menentukan. Pembinaan pemerintah juga penting termasuk regulasi yang tepat untuk mendukung industry kerajinan tanah air,” tuturnya.

Wapres pun mengingatkan ke depan, perkembangan ekonomi dan perdagangan bebas akan berdampak pada semakin meningkatnya tuntutan konsumen terhadap produk. Persaingan pun semakin ketat terutama dari segi harga, kualitas, dan desain. “Saya yakin tantangan tersebut tidak menciutkan nyali perajin kita,” katanya.

Dalam Inacraft ke-15 ini, sedikitnya ada 1.650 perusahaan baik produsen dan ekportir seluruh Indonesia yang ikut serta. Wapres mengharapkan pameran tersebut dapat semakin meningkatkan dan menampilkan produk bermutu, inovatif, dan memiliki peluang besar ke depan. Karena, ia yakin dari sektor industri kerajinan ini akan mampu memberikan kontribusi dan omzet puluhan triliun rupiah.

“Kita harus bersama-sama menangani kendala yang dihadapi. Kalau bisa diatasi, industri kreatif kita akan mampu memperoleh omzet puluhan triliun. Jangan ragu-ragu dan tanggung-tanggung untuk menyingsingkan lengan baju dan bekerja keras,” paparnya.