Kinerja Emiten Dongkrak Laju Indeks - Laba Bersih Rata-Rata Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta- Otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kinerja emiten yang positif telah menopang pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di 2013. Terlebih dengan adanya sejumlah aksi korporasi yang dilakukan emiten sehingga menarik investor untuk berburu saham. “Hal itu mendorong saham-saham domestik diburu sehingga berdampak pada indeks.” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, aksi korporasi tersebut dapat berupa akusisi maupun kerja sama yang dilakukan pihak emiten. Langkah ini yang kemudian memicu peningkatan kinerja sejumlah emiten. Secara rata-rata, pada kuartal pertama 2013 pertumbuhan laba bersih emiten tercatat mengalami kenaikan sebesar 20%.

Selain peningkatan kinerja, lanjut dia, emiten juga secara transparan menyampaikan aksi korporasinya kepada publik. Karena itu, BEI akan terus mendorong emiten untuk memberikan keterbukaan informasi secara aktif mengenai kegiatan bisnis maupun aksi korporasi yang dilakukan.

Pihaknya berharap, 14 perusahaan yang berencana melakukan penawaran perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di tahun ini juga akan menjadi sentimen positif bagi pertumbuhan bursa efek ke depan, “Beberapa calon emiten menggunakan laporan keuangan Desember 2012 sebagai acuan pelaksanaan IPO, di mana batas akhir pencatatan saham adalah Juni 2013,” ucapnya.

Seperti diketahui, perusahaan yang akan melepas sahamnya ke publik antara lain PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Perseroan berencana menawarkan harga saham perdana di kisaran harga Rp550-Rp975 per saham. Sementara saham yang dilepas sebanyak-banyaknya 3,25 miliar saham dengan nilai nominal Rp100.

Melalui pelepasan sahamnya, Bank Muamalat ditaksir akan meraup dana segar sekitar Rp1,78 triliun-Rp3,16 triliun. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan syariah. Selain Muamalat, ada pula PT Bank Mestika, bank umum swasta devisa yang berkantor pusat di Medan, Sumatra Utara yang fokus pada usaha pada retail banking yang juga telah melakukan mini ekspose.

Dalam pelaksanaan penawaran sahamnya, Bank Mestika berencana melepas sebesar 10% saham ke publik. Perbankan ini pun akan memakai laporan keuangan Desember 2012 dan telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana efek.

Mini ekspose juga telah dilakukan PT Saratoga Investama Sedaya yang berencana melepas sekitar 10%-15% saham ke publik pada Mei 2013. Sementara dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Semen Baturaja yang akan melepas kepemilikan sahamnya sebesar 35% ke publik pada kuartal kedua ini. (lia)

BERITA TERKAIT

Ekspor Toyota Indonesia Masih Tumbuh Dua Persen

Di tengah ketegangan perdagangan global yang dipicu konflik dagang Amerika Serikat dan Cina, Toyota Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekspor…

Menteri Siti: Sampah Plastik Berbahaya - KLHK Kampanye Puasa Bersih Sampah Plastik di Rest Area Cibubur

Menteri Siti: Sampah Plastik Berbahaya KLHK Kampanye Puasa Bersih Sampah Plastik di Rest Area Cibubur NERACA Jakarta - Dalam rangkaian…

Mengukur Indikator Keuangan dan Pajak Terhadap Kinerja Perusahaan

Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, Staf Ditjen Pajak   Pada masa sekarang ini, para pimpinan korporasi dalam berbagai macam industri memikirkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Passpod Melesat Tajam 319,63%

Kuartal pertama 2019, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod berhasil mencetak pertumbuhan laba melesat tajam 319,63% menjadi Rp…

Dulu Rugi, Kini BIPI Untung US$ 8,61 Juta

NERACA Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berhasil mengantongi pendapatan US$16,04 juta di kuartal pertama 2019. Realisasi ini…

PTPP Realisaikan Kontrak Baru Rp 10,75 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan April 2019, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun. “Sampai dengan…