Awal Pekan, Pergerakan IHSG Masih Kokoh

NERACA

Jakarta – Pergerakan indeks Bursa Efek Indonesia akhir pekan kemarin ditutup menguat 16,602 poin (0,33%) ke level 5.105,937. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,103 poin (0,24%) ke level 861,473. Sentimen positif bursa regional menjadi pemicu indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor.

Kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, masih positifnya laju bursa saham Asia serta masih adanya aksi beli saham oleh investor asing turut membantu IHSG BEI kembali cetak rekor tertingginya, “Sepanjang perdagangan, IHSG BEI bergerak fluktuasi dan akhirnya menyentuh level tertinggi baru,\"ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, volume perdagangan saham dan nilai total transaksi juga cenderung stabil. Diharapkan penguatan indeks BEI masih dalam tahap wajar sehingga tidak meninggalkan tren penguatannya.

Menurutnya, IHSG BEI masih ada ruang yang cukup untuk kembali menguat, namun tentunya juga harus didukung oleh tidak adanya pembalikan arah dari bursa saham global. Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono memproyeksikan, indeks BEI awal pekan ini akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 5.085-5.120 poin.

Dirinya menuturkan, pergerakan indeks BEI juga masih dibayangi langkah pemerintah terkait kebijakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi,”Investor masih \'wait and see\' akan langkah pemerintah terkait BBM bersubsidi,\"tuturnya.

Kemudian saham yang layak dikoleksi, menurutnya, Gudang Garam (GGRM), Semen Indonesia (SMGR), Kawasan Industri Jababeka (KIJA), Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Selanjutnya dari eksternal, lanjut dia, sentimen positif yang akan turut mempengaruhi pergerakan indeks BEI yakni data ekspor Jerman yang tumbuh, “Itu merupakan sinyal bahwa negara tersebut mulai berada dalam fase pemulihan. Selain itu, dari AS tercatat data klaim tunjangan pengangguran yang bagus atau terendah dalam lima tahun,\"jelasnya.

Hal senada juga disampaikan analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, indeks BEI masih memiliki potensi untuk meneruskan penguatan hingga menuju 5.150 poin pada awal pekan ini. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, saham-saham komoditas terkena aksi ambil untung sehingga menghambat laju penguatan bursa. Untungnya, saham-saham lapis dua di sektor aneka industri masih bisa menguat cukup tinggi.

Nilai transaksi akhir pekan kemarin melonjak tinggi akibat akuisisi BTPN oleh Sumitomo asal Jepang. Transaksi dilakukan oleh CIMB Securities Indonesia (YU) dan Kim Eng Securities (ZP) di pasar negosiasi.

Total transaksi dari akuisisi tersebut mencapai Rp 6,5 triliun. Transaksi ini baru tahap pertama sebanyak 20% dan masih akan dilakukan transaksi sampai mencapai 40% saham BTPN.

Sementara perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 153.791 kali pada volume 5,986 miliar lembar saham senilai Rp 12,496 triliun. Sebanyak 145 saham naik, sisanya 123 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan kompak menguat di zona hijau. Pasar saham Jepang memimpin penguatan dengan lonjakan hampir tiga persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 3.200 ke Rp 19.300, Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 224.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.750 ke Rp 53.800, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.300 ke Rp 86.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 1.500 ke Rp 14.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 14.500, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 250 ke Rp 11.700, dan Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 27.500.

Perdagangan sesi I, IHSG hanya naik tipis 2,110 poin (0,04%) ke level 5.087,225. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,070 poin (0,12%) ke level 858,300. Setelah naik tinggi indeks langsung terkena koreksi akibat aksi ambil untung. Posisi indeks yang sudah cukup tinggi langsung dimanfaatkan untuk ambil untung.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 173.644 kali pada volume 6,247 miliar lembar saham senilai Rp 6,609 triliun. Sebanyak 184 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.900 ke Rp 18.000, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 1.150 ke Rp 7.050, Multi Prima (LPIN) naik Rp 1.050 ke Rp 6.350, dan Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 400 ke Rp 337.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.500 ke Rp 13.500, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 27.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 14.500, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 250 ke Rp 4.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 1,63 poin atau 0,03% ke posisi 5.090,96, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,41 poin (0,05%) ke level 859,79. Sementara bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 18,97 poin (0,08%) ke level 23.230,45, indeks Nikkei-225 naik 406,55 poin (2,86%) ke level 14.598,03, dan Straits Times menguat 4,83 poin (0,14%) ke posisi 3.437,167. (bani)

BERITA TERKAIT

Penjatahan Saham Efektif Berlaku Awal 2018

NERACA Jakarta –Wacana penjatahan saham IPO bagi investor ritel dan istitusi tengah di kodok PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

Investasi Sulsel Masih Terpusat di Makassar

NERACA Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengungkapkan, investasi saham untuk wilayah Sulawesi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…