Waskita Kantongi Kontrak Baru Rp 3,69 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Waskita Karya (WSKT) hingga saat ini telah mengantongi kontrak baru senilai Rp3,69 triliun dari 23 proyek. Perseroan membagi proyek tersebut terbagi menjadi dua yaitu proyek Join Operator (JO)dan NonJO. \"Untuk proyek NonJO ada 18 yang sedang dikerjakan dan proyek JO baru lima,\" kata Corporate Secretary dan Investor Ralation Waskita Karya, Munib Lusianto di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, proyek Non JO yang berada di wilaya Jakarta diantaranya, Royal Olive senilai Rp139,35 miliar, gedung arsip data elektronik di Rempoa Rp68,18 miliar, kedua proyek dari Kemendagri senilai Rp65 miliar, proyek Jembatan Kapukna Indahmencapai Rp238,18 miliar.\"Lainnya ada di luar Jakarta, seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, Riau, Bangkabelitung, Banten dan wilayah-wailayah lainnya,\"ujarnya.

Sedangkan proyek JO, kata Munib, bukan Waskita saja yang mengerjakannya. Perseroan bekerja sama dengan perusahaan kontruksi swasta. Perseroan mengikuti lima proyek Joint Operator (JO) seperti pembangunan terminal tiga pier dua di Angkasa Pura II dengan nilai Rp1,62 triliun.\"Lalu dermaga petikemas Semarang (perpanjangan) senilai Rp69,65 miliar, rehab dan rekon bangunan Sabo Dam Merapi Rp104, 07 miliar, jalan ruas Sicicin-Malalak Rp53,52 miliar dan pengendalian sedimen BWKG S. Janeberang bag tengah paket C senilai Rp23,47,\" tuturnya.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan total kontrak baru sebesar Rp 17 triliun. Bahkan pada kuartal pertama, kontrak baru sudah mencapai Rp 3,3 triliun. Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, M.Choliq pernah bilang, saat ini pihaknya sudah menandatangani kontrak baru senilai Rp 1,9 triliun dari total kontrak yang sudah dikelola sebesar Rp 26 triliun, “Proyek terbesar yang didapat yaitu pembangunan terminal bandara Soekarno Hatta dengan kontribus pihak perseroan sebesar Rp 1,6 triliun,”tandasnya.

Dia menambahkan, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 400 miliar dan akan dipergunakan untuk peralatan sebesar Rp 100 miliar, properti Rp 150 miliar dan Rp 150 miliar lagi untuk pengembangan bisnis dan properti. (bani)

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…