Bangun Tiga Pabrik, ROTI Terbitkan Obligasi - Tawarkan Kupon 7,75-8,5%

NERACA

Jakarta- PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) akan menggunakan lebih dari separuh dana hasil obligasi untuk melakukan pengembangan usaha. Salah satunya, yaitu untuk mendukung pembangunan pabrik yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2013. “Dari hasil dana obligasi sebesar Rp500 miliar, sekitar 56% akan digunakan untuk ekspansi.” kata Investor Relation ROTI, Steve Orlando di Jakarta kemarin.

Menurutnya, saat ini perseroan sedang membangun tiga pabrik baru yang berada di daerah Purwakarta, Cikande, dan Pasuruan. Ketiganya memiliki luas lahan sekitar 1-2 hektar. Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan masing-masing pabrik tersebut diperkirakan mencapai Rp200 miliar. “Untuk pembangunan satu pabrik investasinya sekitar Rp 100-200 miliar,” ucapnya.

Pembangunan pabrik tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Karena itu, pihaknya memperkirakan ketiga pabrik tersebut akan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan pada tahun 2014 mendatang.

Perseroan mencatat telah memiliki delapan pabrik dengan total kapasitas 24 lini produksi. Delapan pabrik tersebut menghasilkan 613.393 roti tawar per hari dan 2,8 juta roti manis per hari. Sementara dari sisi pangsa pasar, perseroan telah memiliki pangsa pasar penjualan roti sebesar 10%, sedangkan pasar mayoritas masih didominasi oleh pemain home industry sebesar 80%.

Selain untuk ekspansi usaha, perseroan akan menggunakan sisa dana tersebut untuk membayar pinjaman perbankan. Perseroan mencatat masih memiliki pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk yang akan jatuh tempo pada 2017. “Kami memiliki pinjaman ke bank BCA sebesar Rp280 juta dan akan jatuh tempo pada 2017.” ucapnya.

Sementara itu, Direktur BCA Sekuritas Mardy Sutanto mengatakan, dalam obligasi berkelanjutan tahap pertama yang diterbitkan ROTI memiliki tenor lima tahun dengan kupon yang ditawarkan dikisaran 7,75-8,5%. Adapun masa penawaran awal akan dilakukan pada 8-23 Mei 2013.

Penerbitan obligasi ini, menurut dia, mendapat tanggapan yang cukup positif dari investor. Bahkan, beberapa investor regional juga tertarik dengan penawaran obligasi ini. Meski demikian, pihaknya tidak menargetkan berapa komposisi investor lokal dan regional. “Penawaran ini bersifat umum sehingga baik institusi maupun ritel yang tertarik boleh ikut serta,” ujarnya.

Disebutkan, penerbitan obligasi ini dijamin dengan seluruh harta kekayaan baik barang bergerak dan tidak bergerak. Sebagai penjamin pelaksana efek, yaitu PT BCA Sekuritas, dan bertindak sebagai wali amanat PT Bank Mega Tbk. Obligasi ROTI telah mendapatkan peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). (lia)

Related posts