Sumitomo Beli Saham BTPN

NERACA

Jakarta - Perusahaan keuangan Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), secara resmi membeli 16,87% saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN). \"Terjadi penjualan saham BTPN sebesar 16,87% dari TPG Nusantara S.a.r.l (TPGN) ke Sumitomo Mitsui Banking Corporation,\" kata Direktur BTPN, Anika Faisal, melalui keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (9/5).

Dia menjelaskan, penjualan saham tersebut tidak mengakibatkan terjadinya perubahan pemegang saham pengendali atas BTPN. \"Dengan penjualan saham tersebut, kepemilikan TPG Nusantara menjadi tinggal 41% saham BTPN,\" ungkapnya. Anika juga menjelaskan, SMBC merencanakan akan menambah kepemilikan sahamnya di BTPN hingga 40% di masa mendatang. \"Untuk melakukan penambahan saham itu, Sumitomo akan memenuhi ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk dari Bank Indonesia (BI),\" terang dia.

Sementara itu keterangan SMCB menyebutkan, pihaknya akan membeli 24,26% saham BTPN dari saham biasa yang beredar, dan sebesar 16,87% yang dimiliki TPGN. Sumitomo Mitsui Banking membeli saham BTPN sebanyak 1,41 miliar saham atau setara 24,26% dengan harga rata-rata Rp6.500 per lembar saham. Pembelian saham BTPN itu dilakukan pada 8 Mei 2013 hingga 10 Mei 2013. President Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Takeshi Kumibe, mengatakan pihaknya berencana menambah kepemilikan saham di BTPN hingga mencapai 40%. Saat ini, perseroan telah membeli 16,87% saham BTPN dari TPGN. Menurut Takeshi, BTPN memiliki bisnis model unik dan menawarkan layanan jasa keuangan yang fokus kepada pasar besar. Sumitomo Mitsui Banking Corporation melakukan diversifikasi usaha di pasar Asia, termasuk Indonesia. \"Saat ini Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan didorong populasi besar dan kelas menengah baru yang bertambah,\" tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

Royal Prima Lepas 2 Miliar Saham Ke Publik - Akusisi Rumah Sakit

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan rumah sakit yang lebih dahulu listing di pasar modal, tahun ini pihak BEI juga…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

AXA Mandiri – Kemenkes Berdayakan Masyarakat Difabel

      NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia…

Kredit Pendidikan Perlu Pendampingan Usaha

    NERACA   Jakarta - Pakar Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Wuryadi mengharapkan pemerintah memberikan fasilitas pendampingan usaha bagi mahasiswa…

LPS Minta Bank Edukasi Nasabah - Tingkatkan Kepercayaan Terhadap Bank

      NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau perbankan melakukan edukasi kepada nasabah terkait adanya fasilitas…