Tingkatkan Produksi, Sekar Bumi Bangun Pabrik di Cikupa

Nilai Investasi Rp 80 Miliar

Jumat, 10/05/2013

NERACA

Surabaya – Guna meningkatkan produksi, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) berencana membangun pabrik dan mesin baru dengan nilai investasi sebesar Rp 80 miliar, “Nantinya pabrik baru ini akan dibangun diatas lahan seluas 3,5 hektar dan beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2014,”kata Direktur Utama, Harry Lukminto di Surabaya, kemarin.

Rencananya, pembangunan pabrik baru tersebut akan berlokasi di Cikupa-Tangerang Banten. Diharapkan, nantinya dengan rampungnya pabrik di Cikupa, porsi penjualan dalam negeri bisa ditingkatkan menjadi 20%.

Kata Lukminto, pabrik baru nanti akan ditingkatkan kapasitas produksi makanan olahan sebebesar 500 hingga 600 ton perbulan. Saat ini kapasitas produksi perseroan untuk makanan olahan mencapai 1000 ton perbulan. Selain itu, perseroan juga akan memfokuskan strateginya untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik yang ada di Jawa Timur.

Asal tahu saja, perseroan membidik pangsa pasar dalam negeri terutama di kawasan Jabodetabek. Alasannya, Sekar Bumi fokus penjulan dalam negeri karena stabilitas perekonomian dan juga pertumbuhannya yang cukup signifikan sebesar 6%.

Lanjutnya, pasar kalangan muda saat ini mempunyai porsi 60% sehingga produk makanan beku yang dijual di dalam negeri makin bervariasi, seperti pastel udang, bakso ikan, dim sum, juga roll udang dan jenis makanan lain yang berfungsi sebagai kudapan nonton film atau bola.

Pasar Ekspor

Kemudian untuk ekspor, pasar perseroan terbesar adalah Amerika Serikat yakni diatas 50% tetapi untuk jenis produk beku hasil laut dengan nilai tambah. Sekar Bumi sudah memperoleh Green Ticked sehingga tidak ada kendala untuk ekspor. Saat ini Sekar Bumi sedang menangkap peluang untuk mengambil porsi dari negara Thailand dan Vietnam yang mengalami penurunan produksi udang hingga 40%.

Selama ini Amerika Serikat mengimpor udang dengan nilai terbesar dari Thailand, Vietnam, India dan Equador. Menurut Lukminto, disamping konsentrasi di dalam negeri Sekar Bumi juga membidik porsi di negera-negara Eropa yang sangat price sensitivity.

Mengingat negara-negara Eropa sebelumnya sudah familiar dengan makanan beku olahan tetapi harga menjadi pertimbangan di tengah krisis ekonomi saat ini. “Sehingga menjadi peluang yang patut ditangkap Indonesia untuk mengekspor makanan beku olahan yang tidak kalah dari sisi kualitas tetapi dengan harga yang terjangkau konsumen. Sekar Bumi akan menawarkan produk dengan mutu yang terjaga sesuai jargon Quality Food, Quality Life,“ ujar Lukminto.

Sementara itu Direktur Keuangan PT Sekar Bumi Tbk, Freddy Adam menegaskan, tahun 2012 menandai tonggak sejarah bagi Sekar Bumi dengan dicatatkannya kembali saham (share relisting) di BEI pada 28 September tahun lalu serta kuasi reorganisasi yang ditempuh tahun 2011 telah memberikan fresh start perseroan untuk menunjukkan kinerjanya yang jauh lebih baik dengan rencana pengembangan usaha.

Target Penjualan

Tahun lalu, perseroan menctat penjualan naik 16% dari Rp 650 miliar tahun 2011 menjadi Rp 754 miliar dan untuk tahun 2013 ditargetkan sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan penjualan produk ekspor makanan beku hasil laut nilai tambah tahun 2012 naik 16% dibandingkan tahun 2011.

Sementara makanan beku olahan mengalami peningkatan sangat baik yakni mencapai 44%. Dengan kondisi ini gross profit naik 39% dari Rp 53 miliar menjadi Rp 74 miliar tahun 2012 sedang Ebitda naik 70% dari Rp 15 miliar menjadi Rp 26 miliar tahun 2012. Namun, karena perseroan konsentrasi untuk pengembangan usaha untuk tahun buku 2012 perseroan tidak membagikan deviden tunai.

Disamping itu, hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUSLB) meyetujui pemberian corporate guarantee atau jaminan aset yang melebihi 50% dari ekuitas perseroan untuk pengembangan usaha perseroan maupun entitas anak yang laporan keuangannya dikonsolidasikan serta memberikan kewenangan pada Dewan Direksi dan Komisaris untuk mencari opsi-opsi dukungan finansial terbaik guna pengembangan usaha perseroan maupun anak perusahaan. (Shanty)