Dharma Satya Nusantara Roadshow ke Eropa

Tawarkan Harga IPO Rp1.780-Rp2.150

Jumat, 10/05/2013

NERACA

Jakarta- Menyusul penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), PT Dharma Satya Nusantara Tbk, salah satu emiten yang bergerak dalam industri pengolahan kelapa sawit dan kayu akan melepas sebanyak-banyaknya 500 juta saham ke publik. Jumlah tersebut setara dengan 21,32% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp100. Dalam penawaran saham perdananya, perseroan menawarkan harga saham di kisaran Rp1.780-Rp2.150, dan berencana akan melakukan road show ke sejumlah negara. “Perseroan akan melakukan road show ke Hong Kong, Singapura, Kuala Lumpur, London dan Frankfurt. Penjamin emisi efek juga akan bekerjasama dengan Morgan Stanley dan Credit Suisse.” kata Direktur PT BCA Sekuritas, Imelda Arismunandar di Jakarta kemarin.

Meskipun ada kekhawatiran mengenai komoditas Crude Palm Oil (CPO) yang mengalami penurunan pada 2013, menurut dia, penawaran perdana saham ini akan diminati investor. Hal tersebut didukung dengan kondisi bursa saham yang saat ini bertumbuh positif. Jika diperhitungkan, price earning perseroan pun masih di bawah industri perkebunan. “Representasi PER rata-rata profit 2013 sekitar 8,9-10,7 untuk Dharma Satya,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Djojo Boentoro mengatakan, dari hasil penawaran saham perdana ini perseroan berharap akan meraup dana segar sebesar Rp890 miliar-Rp1,07 triliun. Rencananya, sekitar 50% dari dana tersebut akan digunakan perseroan untuk pengembangan industri kelapa sawit.

Bayar Utang

Selain itu, perseroan juga akan menggunakan 30% untuk pembayaran sebagian pinjaman dari PT Bank Central Asia (BCA), dan sisanya akan digunakan untuk merelokasi pabrik pengolahan kayu. “Dana tersebut untuk penanaman baru dan pembangunan dua pabrik baru di Kalimantan Timur dengan kapasitas 60 ton/jam.” ujarnya.

Dengan penambahan dua pabrik kelapa sawit tersebut, lanjut dia, maka kapasitas pabrik yang dimiliki perseroan menjadi 450 ton per jam. Pembangunan pabrik baru kelapa sawit di Kalimatan Timur ini telah dimulai pada 2013 dan paling lambat kuartal pertama 2014. Perseroan menargetkan dapat memproduksi 330 ribu ton pada tahun 2013 dari produksi kelapa sawit di 250 ribu hektar pada tahun lalu.

Ke depan, kata dia, perseroan akan menginvestasikan dana sebesar US$270 juta untuk proyek yang secara simultan dilakukan hingga tahun 2015. Dana tersebut antara lain berasal dari hasil penawaran perdana saham dan pinjaman perbankan. “Rencana investasi US$270 juta dalam tiga tahun seperti untuk penanaman baru dan pabrik baru. Setiap tahunnya kami keluarkan dana sekitar US$90 juta,” jelasnya.

Dalam penawaran saham umum perdana, perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Securities dan PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun jadwal sementara penawaran perdana saham antara lain masa penawaran awal 8-17 Mei 2013, perkiraan tanggal efektif pada 29 Mei 2013, masa penawaran umum pada 31 Mei dan 3 Juni 2013, penjatahan pada 4 Juni 2013. Sedangkan untuk distribusi saham secara elektronik pada 7 Juni 2013, pengembalian uang pemesanan pada 7 Juni 2013, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juni 2013. (lia)