Agung Podomoro Targetkan Bangun 14 Superblok - Nilai Investasi Capai Rp 5 Triliun

NERACA

Jakarta- Perusahaan properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengaku akan tetap fokus pada pembangunan superblok yang dinilai menjadi langkah strategis perseroan untuk meraup keuntungan optimal. Targetnya, hingga akhir tahun 2013, perseroan akan membangun10-14 superblok yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. “Pada waktu go publik salah satu strategi kami mengembangkan superblok. Kami contohkan Pullman hotel yang memiliki okupansi rate lebih tinggi dari yang di tengah kota karena memiliki sinergi dan harga per meternya pun saat ini sama dengan yang di CBD. Ini karena konsep yang begitu baik dari superblok dan akan menjadi strategi kami ke depan,”kata Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Indra Wijaya di Jakarta kemarin.

Karena itu, lanjut dia, beberapa proyek akusisi dan pembangunan yang akan dilakukan perseroan sebagian besar berkonsepkan bangunan superblok. Termasuk beberapa proyek yang akan diluncurkan pada kuartal kedua tahun ini di wilayah Kerawang, Batam, dan Balikpapan. “Untuk proyek di daerah Kelapa Gading masih dalam tahap nego, di Buaran juga mudah-mudahan tahun ini. Begitupun dengan Medan dan proyek di daerah Cibubur, dan di akhir tahun ini juga bisa melakukan pengembangan Green Bay Pluit,” ucapnya.

Menurutnya, saat inipun perseroan sedang menjajaki pengembangan bisnis di Surabaya, Solo, dan Yogyakarta. Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan superblok ditaksir dapat mencapai Rp5 triliun.

Dia menilai, industri properti di Indonesia masih akan terus menjanjikan. Terlebih apabila pemerintah memberikan kemudahan dalam kredit perumahan.“Penetrasi baru berada di level 3% dari GDP. Kalau ada kemudahan dari Pemerintah dalam mengambil KPA dan KPR maka properti akan makin bagus,” imbuhnya.

Terbitkan Obligasi

Direktur Keuangan Agung Podomoro Cesar De La Cruz mengatakan, perseroan akan menjajaki penerbitan obligasi pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan akuisisi dan pengembangan usaha. Sebagai penjamin emisi, yaitu PT Indo Premier Securities, Mandiri Sekuritas, HSBC, dan CIMB Securities. “Kita jajaki obligasi berkelanjutan yang akan terbitkan tahun ini dan tahun depan. Sebelum akhir bulan ini kami akan public expose.” ujarnya.

Dari dana yang dialokasikan sebesar Rp 4,5 triliun untuk belanja modal (capex), perseroan telah menyerap dana senilai Rp1 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Hingga akhir tahun 2013, perseroan optimistis dapat meraup kenaikan pendapatan dan laba yang diatribusikan kepada entitas induk sekitar 10-12%. Adapun pendapatan berulang ditargetkan dapat tumbuh sebesar 20%.

Optimisme tersebut seiring dengan pencapaian kinerja perseroan di kuartal pertama tahun ini, di mana penjualan dan pendapatan usaha mencapai Rp1.142,4 miliar. Sementara pendapatan berulang juga mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya pendapatan mal sebesar 60% dan pendapatan hotel sebesar 30%. Dari laba yang diperoleh pada tahun 2012, lanjut dia, pihaknya mengalokasikan sebesar Rp 15 miliar untuk cadangan perseroan, Rp123 miliar untuk dividen, dan sisanya Rp 673 miliar saldo laba perusahaan. “Dividen yang dibagikan sebesar Rp 6 per saham dan pembayaran akan dilakukan pada 23 Juli,” imbuhnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Sentimen Negatif Global Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan Kamis (7/11), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup melemah seiring…

Relokasi Kantor Wilayah - BTN Bidik DPK Kanwil 3 Tembus Rp 22 Triliun

NERACA Surabaya - Menjelang penghujung tahun 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbenah dalam meningkatkan kinerjanya dengan pengembangan proses…

Penetrasi Pasar di Jawa Tengah - MAP Boga Adiperkasa Buka Gerai di Semarang

NERACA Jakarta – Masih terjaganya pertumbuhan bisnis PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) di kuartal tiga tahun ini dengan membukukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembelian Tanah - Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Perusahaan manufaktur kampas rem, PT Indo Bintang Mandiri Tbk berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MPRO

NERACA Jakarta-Mempertimbangkan karena terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi atas…

Sikapi Investasi Ilegal - BOSS Tidak Ada Hubungan dengan Hanson

NERACA Jakarta –Menyikapi kasus investasi ilegal yang dilakukan PT Hanson International Tbk (MYRX) dan menyeret PT Borneo Olah Sarana Sukses…