Anak Tak Mampu Boleh Memilih Sekolah Favorit

Ungkapan bahwa pendidikan hanya mimpi bagi anak dari keluarga pra sejahtera, kini tidak berlaku lagi di wilayah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru memberikan perhatian lebih terhadap program pendidikan karena merupakan skala prioritas seperti diamanatkan Undang-Undang.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT menuturkan, setiap anak berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai termasuk pada sekolah favorit, baik itu dari keluarga mampu maupun dari keluarga pra sejahtera. Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru ditekankkan untuk menampung warga pra sejahtera yang ingin belajar pada sekolah favorit.

“Anak-anak dari keluarga pra sejahtera dapat mengenyam bangku sekolah di sekolah-sekolah favorit di Riau. Sebagai contoh salah satu sekolah favorit di Kota Pekanbaru yakni SMA Negeri VIII, banyak warga miskin yang belajar dan tidak ada perbedaan,” ujar dia.

Terkait masalah biaya pendidikan di sekolah favorit yang terkesan mahal dan hanya menjangkau anak-anak dari golongan ekonomi kelas atas, Firdaus mengatakan bahwa masing-masing kepala sekolah yang dianggap favorit, dilarang untuk menolak warga miskin karena hal itu merupakan hak setiap warga.

“Meski pada sekolah favorit seorang siswa harus mengeluarkan uang relatif besar ketimbang sekolah biasa, tapi pihak pengelola tentu dapat melakukan subsidi silang terhadap masalah itu,” imbuh dia.

Untuk mendukung pendidikan, Dinas Pendidikan(Disdik) Provinsi Riau akan menyalurkan Bantuan Siswa Miskin yang merupakan penunjang dana Bantuan Operasional Sekolah tahun ini. Jumlah dana yang akan disalurkan, termasuk dana operasionalnya berjumlah Rp12 miliar. Di dalamnya juga menyangkut dana sosialisasi dan honorer.

BERITA TERKAIT

Alfamart Mengajar di Sekolah - 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus

Alfamart Mengajar di Sekolah 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus NERACA Sukabumi - Sebanyak 39 siswa…

Alfamart Mengajar di Sekolah - 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus

Alfamart Mengajar di Sekolah 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus NERACA Sukabumi - Sebanyak 39 siswa…

Indonesia Dinilai Tak Alami Bubble Sektor Properti

      NERACA   Jakarta - CEO dan pendiri perusahaan pengembang Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan, Indonesia tidak mengalami…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Kebohongan dalam Dunia Pendidikan

      Skandal kebohongan Dwi Hartanto mengejutkan Indonesia. Namun perilaku menyimpang itu bukan tidak lazim di dunia sains. Tapi…

Penguatan Karakter Tak Melulu Soal Akademis

      Usai ujian akhir semester, Martin seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis,…

2020, Tak Ada Lagi Mata Pelajaran Matematika Di Negara Ini

      Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat…