free hit counter

Integrasi Budaya Lokal dalam Pendidikan

Sabtu, 11/05/2013

Salah satu masalah utama dalam bidang pendidikan dan kebudayan adalah masalah identitas kebangsaan. Dengan derasnya arus globalisasi dikhawatirkan budaya bangsa, khususnya budaya lokal lambat laun mulai terkikis.Hal ini dapat disaksikan pada fenomena anak usia sekolah yang senang dengan budaya asing.

Pudarnya budaya bangsa telah mengakibatkan banyak dampak. Diantaranya adalah struktur masyarakat yang sudah mulai terjadi ketimpangan sosial, baik dilihat dari status maupun tingkat pendapatan.Inilah yang menjadikan kewaspadaan oleh pemerintah untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal agar menjadi bagian integratif dalam pemelajaran di sekolah.

Ya, pengintegrasian budaya lokal ke dalam pendidikan sungguh amat penting. Hal ini dilakukan sebagai upaya penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal dan juga sekaligus untuk meminimalisir pengaruh negatif budaya luar khususnya budaya barat yang dibawa oleh globalisasi.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Kacung Marijan mengatakan, pemerintah ingin menintegrasikan pelestarian kebudayaan lokal Indonesia dalam sistem pendidikan. Dengan mengintegrasikan pelestarian kebudayaan dengan pendidikan tersebut, diharapkan sekolah dan universitas sebagai pusat kebudayaan bisa berkembang.Dengan demikian kelestarian kebudayaan lokal tidak tergerus oleh kebudayaan asing.

Lebih lanjut, Kacung Marijan menuturkan, upaya ini dilakukan dengan memberikan bantuan dana kepada sekolah dan universitas untuk menyediakan alat-alat penunjang pendidikan kebudayaan lokal. Anggaran untuk program tersebut sudah diajukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) perubahan 2013.

Diharapkan setiap universitas dapat bantuan sebesar Rp250 juta untuk pengadaan alat-alat kesenian dan upaya pelestarian kesenian lokal."Saat ini sedang dirancang dan akan dinegoisasi dengan DPR. Ini wujud upaya kami agar kebudayaan lokal bisa menjadi kebudayaan mainstream," katanya.

Tahun lalu, Ungkap Kacung Marijan, Kemendikbud menyalurkan bantuan peralatan kesenian ke 2400 sekolah mulai Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menegah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk tahun ini, Kemendikbud menambah 1.000 sekolah yang akan menerima bantuan alat kesenian. Jadi total ada 3.400 sekolah. Sedangkan untuk Universiatas, Kemendikbud akan memberikan bantuan peralatan kesenian dan pendukung aktivitas kesenian lokal untuk 50 universitas baik negeri maupun swasta.

"Kami tunggu pengajuan dari universitas, silakan berlomba-lomba mengajukan. Bantuan ini bermaksudkan untuk membantu pengembangan kreativitas di bidang kesenian," kata Kacung Marijan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, belum lama ini.

Sementara itu, Rektor UNS, Ravik Karsidi mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan penetrasi kebudayaan lokal dalam sistem pendidikan di antaranya melalui Institut Javanologi yang sudah ada di UNS.Untuk itu, sambung dia, UNS Solo siap mengajukan proposal bantuan pelestarian kesenian tersebut ke Kemendikbud.