Harga Emas Turun, Toko Emas Diserbu Pembeli

Sabtu, 11/05/2013

Harga emas yang turun beberapa pekan terakhir ini, membuat minat masayarakat untuk memborongnya begitu besar. Itu menjadi pemandangan menarik hampir di semua toko emas yang ada, mereka tampak hampir keteteran melayani pembeli.

NERACA

Ya, sudah beberapa pekan ini harga emas mengalami penurunan, kondisi ini dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk berbondong-bondong membeli emas untuk investasi. Penjualan di toko emas pun mengalami peningkatan.

Bagi sebagian orang investasi emas memang salah satu investasi yang sangat aman. Disaat harga emas turun menjadi momen untuk membeli emas sebanyak-banyaknya, ketika harga emas naik masyarakat akan menjualnya lagi dengan keuntungan yang berlipat-lipat. Ini yang menjadikan investasi emas sangat menggiurkan.

"Apalagi masyarakat saat ini semakin teredukasi dengan emas bahwa emas bisa dijadikan alternatif portofolio investasi untuk jangka panjang. Saat harga emas turun seperti sekarang, pembiayaan emas semakin melonjak," kata Direktur Pegadaian Wasis Djohar.

Pembiayaan emas di Pegadaian hingga kuartal I-2013 sudah meningkat 50% menjadi Rp469 miliar. Targetnya hingga akhir tahun ini sebesar Rp1,5 triliun.Memang kenaikan pembiayaan emas logam mulia ini bukan hanya disebabkan harga emas turun, tetapi juga disebabkan hal lain lagi. "Masyarakat semakin teredukasi bahwa emas juga bisa dijadikan produk investasi. Namanya investasi tentu ada naik dan turun, tetapi emas ini untuk jangka panjang selalu naik," katanya.

Wasis mengatakan, keuntungan investasi emas ini sekitar 20% per tahun. Nilai tersebut sudah lebih tinggi dari inflasi yang ada saat ini dengan target hanya 5,5%. "Memang pada 2011 dan 2012 harga emas sedikit turun. Tetapi untuk jangka panjang imbal hasilnya selalu di atas angka inflasi," katanya.

Sementara itu, pemilik Toko Emas Buana di Jalan Ahmad Yani, Buana Tanu Jaya mengatakan, sejak harga emas murni turun Rp2.000 pada dua hari lalu, penjualan emas meningkat. Jika sebelum turun harga, Tanu menjual emas murni Rp460.000/gram. Saat ini, Tanu menjualnya dengan harga Rp458.000/gram. Turunnya harga emas membuat masyarakat berbondong-bondong membelinya. "Banyak yang beli, naik hingga 20%. Dengan begitu yang jual emas jadi turun 20%," ujar Tanu

Penyebab Harga Emas Turun

Harga emas mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2013 ini. Bahkan, penurunan harga emas sebesar 13% pada 11 April lalu merupakan penurunan terbesar kedua sejak tahun 1980.

Untuk harga pengiriman emas berjangka pada Juni 2013 ditutup 1.361 dollar AS per ounce di Comex New York. Harga tersebut turun 200 dollar AS dalam dua sesi perdagangan. Apa penyebab harga emas terus turun?

Faktor yang paling memengaruhi adalah nilai inflasi global yang terus menurun dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan investor yang memegang emas melindungi asetnya dengan ikut menjual emasnya karena harga yang terus turun.

JP Morgan Chase, yang telah melakukan survei di 30 negara di dunia yang mewakili hampir 90% dari perekonomian dunia, menjelaskan, inflasi global sebesar 4% telah memuncak pada 2011 lalu.

Setiap tahun, nilai inflasi terus turun dan pada Februari 2013 ini hanya sekitar 2,5%. Artinya, perekonomian global sudah mengindikasikan pemulihan sehingga hal tersebut membuat anomali bagi harga emas. Di saat perekonomian dunia membaik, maka harga emas turun. Sebaliknya, bila perekonomian dunia memburuk, harga emas cenderung melesat.

JP Morgan juga memprediksi bahwa dengan mulai pulihnya perekonomian dunia, maka inflasi di paruh kedua tahun 2013 ini akan hanya sekitar 2%. JP Morgan menilai, penurunan inflasi ini karena sudah mulai terselesaikannya masalah pasokan barang. Harga-harga barang khususnya komoditas yang biasanya mengontribusikan inflasi tinggi sudah relatif lebih murah dibanding sebelumnya sehingga tidak mengerek inflasi.