Akuntan Profesioanal Masih Minim

Muljono P. Pringgoharjono:

Sabtu, 11/05/2013

Indonesia yang diprediksikan menjadi sebuah kekuatan ekonomi terbesar di dunia, masih diwarnai tingkat kesadaran masyarakat yang minim akan pentingnya peran akuntan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan. Untuk itu, sebagai landasan pertumbuhan ekonomi standar akuntansi perlu ditetapkan.

NERACA

Pelaporan keuangan yang baik dan transparan sesuai standar internasional, misalnya International Financial Reporting Standard, merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga stabilitas finansial institusi, baik swasta maupun negara, yang pada jangka panjang akan mendukung terciptanya perekonomian Indonesia yang baik.

Namun, Indonesia yang diprediksikan akan menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia, masih diwarnai dengan tingkat kesadaran masyarakat yang minim akan pentingnya peran akuntan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan di dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Seperti yang sudah dilaporkan berbagai lembaga survey profesional dunia, ekonomi Indonesia diprediksikan akan bertumbuh pesat menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia. Namun, jumlah akuntan profesional yang akan berperan sebagai landasan pertumbuhan ekonomi tersebut masih kurang,” ujar President of Divisional Advisory Members, CPA Australia – Indonesia Representative Office, Muljono P. Pringgoharjono.

Anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Dwi Setiawan menambahkan, permintaan akuntan profesional baik di sektor bisnis maupun sektor publik di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, dan tantangan global juga mendorong akuntan profesional untuk terus mengembangkan kompetensinya agar kompetitif secara internasional.

“Akuntan profesional harus memiliki pengetahuan, keahlian, karakter, kemampuan memimpin dan berperan strategis baik di organisasi sektor bisnis maupun sektor publik secara profesional sehingga dapat bersaing dalam ruang lingkup global,” kata dia.

Berangkat dari hal tersebut, belum lama ini, CPA Australia sebagai salah satu badan akuntansi profesional terbesar di dunia menyelenggarakan “CPA Australia Accounting Competition 2013” di Jakarta. Kompetisi ini merupakan yang pertama dan salah satu upaya CPA Australia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran akuntan dan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sedini mungkin.

Di samping meningkatkan kualitas dan kuantitas akuntan profesional di Indonesia, pada saat yang sama kompetisi ini juga merupakan tantangan bagi para akuntan pendidik di Indonesia untuk melahirkan akuntan-akuntan muda yang memiliki kemampuan bersaing secara global.

CPA Australia Accounting Competition 2013 diselenggarakan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan diikuti oleh mahasiswa S1 jurusan akuntansi dari universitas negeri dan swasta berakreditasi A dan B di wilayah Jabodetabek. Kompetisi menggunakan soal-soal dan mengangkat studi kasus beserta penyelesaian sesuai standar internasional.

Setiap Universitas peserta mengirimkan tiga mahasiswa terbaiknya sebagai perwakilan dalam kompetisi ini. Tak ketinggalan tentunya, dalam kompetisi ini CPA Australia juga memberikan hadiah menarik kepada tiga tim terbaik, dimana masing-masing anggota tim pemenang memperoleh beasiswa Foundation Level CPA Australia. Dengan hadiah tersebut, diharapkan dapat mendorong para pemenang untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan yang kelak berguna bagi masa depan mereka.

Perlombaan dimulai dengan babak pertama penyisihan, Get Points Race, yang harus diikuti oleh seluruh anggota tim peserta, kemudian dilanjutkan babak penyisihan berikutnya, Bonus Race, yang hanya diwakili oleh satu perwakilan anggota tim peserta. Gelar juara dalam perlombaan yang berlangsung di gedung LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto ini akhirnya disabet oleh tiga Universitas, yaitu Universitas Tarumanegara sebagai juara pertama, disusul oleh Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) sebagai juara kedua, dan Universitas Bakrie sebgai juara ketiga.

Menurut Dewan Juri, Friso Palilingan, ada kemajuan pemahaman mahasiswa yang mengikuti lomba tentang standar akuntansi terkini. hal Itu terlihat dari kemampuan mereka dengan menganalisa serta mengaitkan soal SAK terkait bahkan sampai ke IFRS.

"Kami cukup happy mendengar pemahaman mahasiswa akan PSAK berbasis IFRS. Perkembangan membanggakan itu, karena materi IFRS hanya diajarkan kepada mahasiswa satu mata kuliah pada mata kuliah isu akutansi terkini, tapi peserta bisa menjelaskan berbagai PSAK,” ujar dia.

Untuk lebih membumikan PSAK, ia menilai perlu penyesuaian kurikulum pendidikan akutansi, karena PSAK konvergensi IFRS telah 90%di tahun 2012.

Kedepannya, CPA Australia Accounting Competition akan diadakan secara reguler setiap tahun dan dapat melibatkan lebih banyak pihak yang juga peduli terhadap pentingnya akuntansi dan pelaporan keuangan yang baik di dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pada 2012 lalu, CPA Australia juga telah menjalin kerjasama dengan asosiasi dan universitas nasional dengan memberikan akreditasi profesional ke dalam kurikulum, khususnya jurusan akuntansi yang bermanfaat bagi para mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan akuntansi mereka. Hal ini diharapkan mampu mendukung permintaan perusahaan akan akuntan profesional yang handal.