Kebutuhan Investasi Diklaim Meningkat - Dampak Pertumbuhan Ekonomi

NERACA

Jakarta – Kabar tentang penurunan peringkat outlook ekonomi Indonesia menjadi stabil dari Standar and Poor’s dinilai hanya memberikan sentimen negatif sementara terhadap investasi di pasar modal. Pasalnya, positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menjadi daya tarik investor asing untuk menanamkan dananya di Indonesia.

Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Denny R. Taher mengatakan, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia dan jumlah masyarakat kelas menengah yang terus bertambah menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kebutuhan investasi reksa dana di Indonesia, “Kelas menengah Indonesia mayoritas merupakan masyarakat terdidik yang mulai sadar pentingnya berinvestasi, kondisi itulah yang menjadi peluang industri reksa dana untuk meningkatkan dana kelolaan,\" katanya di Jakarta, Selasa (7/5).

Dia mengemukakan bahwa McKinsey Global Institute meperkirakan kelas menengah di Indonesia akan mencapai 135 juta pada tahun 2030. Saat ini, jumlah kelas menengah di Indonesia masih sekitar 50 juta orang. Menurut McKinsey kelas menengah adalah individu yang berpendapatan minimum US$ 3.600 per tahun.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2012 sudah mencapai sebesar US$ 3.562. Kondisi itu, lanjut Denny, mendorong PT Trimegah Asset Management menerbitkan produk investasi reksa dana baru untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat, yakni TRAM ALPHA.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad pernah bilang, industri pasar modal dalam negeri masih likuid dan terlihat dari melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga tembus level 5000 poin.

Kata Muliaman, melesatnya pertumbuhan IHSG menjadi cerminan bila industri pasar modal dalam negeri masih positif dan bahkan menjanjikan, “Kondisi pasar modal yang baik diharapkan jumlah perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) lebih besar. Sementara ini ada 20 perusahaan masuk dalam \'pipeline\' IPO,\"ujarnya.

Menurutnya, dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang tercatat di BEI akan membuat pasar modal Indonesia lebih ramai sehingga nilai kapitalisasi Bursa terus meningkat. Kemudian tantangannya, adalah bagaimana OJK menjamin kondisi pasar uang tetap kredibel serta pengawasan juga lebi baik.

Muliaman juga mengatakan kinerja emiten domestik yang positif juga merupakan salah satu katalis indeks BEI mengalami pertumbuhan yang signifikan hingga menembus level 5.000 poin,”Investor merasa percaya diri terhadap perfoma emiten di pasar modal, kinerja emiten sangat penting bagi pertumbuhan pasar modal,”jelasnya.

OJK bersama otoritas Bursa juga terus melakukan edukasi terhadap perusahaan yang memiliki potensi untuk melakukan IPO maupun masyarakat untuk menginvestasikan dananya di pasar modal Indonesia. (nurul)

BERITA TERKAIT

Profitabilitas Bank Tahun Depan Diprediksi Sulit Meningkat

      NERACA   Jakarta - Rasio profitabilitas atau keuntungan dari aset bank dinilai sulit meningkat dalam setahun ke…

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

Integrasi Ekonomi Jadi Penantian Lama ASEAN

Oleh: Roy Rosa Bachtiar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah diluncurkan pada 31 Desember 2015 sebagai tipe baru integrasi ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…