Exploitasi Energi Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan tambang PT Exsploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) menganggarkan belanja modal/capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,6 triliun untuk tahun 2013. Sebagian besar dana belanja modal, akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur perseroan, “Dana belanja modal ini bersumber dari kas internal perseroan sebesar 30% dan eksternal 70%, “kata Direktur Keuangan PT Exsploitasi Energi Indonesia Tbk, Danar Wihandoyo di Jakarta, Selasa (7/5).

Dirinya menyebutkan, dana ini akan digunakan untuk pembangkit listrik, infrastruktur atau pengembangan pelabuhan. 60% dana capex akan digunakan untuk infrastruktur, lalu untuk proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap).

Menurutnya, saat ini perseroan sedang membangun PLTU di Tembilahan sebesar 7x2 MW dan PLTU Rengat dengan kapasitas yang sama seperti di Tembilahan. Selain itu, CNKO juga membangun terminal batubara di Asam-asam dan Kintab, Kalimantan Selatan, “Terminal Asam-asam diperluas dari kapasitas 1,2 juta metrik ton per tahun menjadi 7 juta metrik ton per tahun. Sedangkan Terminal Kintab merupakan terminal baru dengan kapasitas 5 juta metrik ton per tahun,\" ujar Danar.

Dia juga mengatakan, perseroan akan membangun coal concession dan membeli 7 set freight. Lanjut, Danar menjelaskan, pada tahun ini perseroan lebih fokus untuk berinvestasi, sehingga ditahun kedepan tinggal menuai hasilnya.

Sekedar informasi, jumlah capex Rp 1,6 triliun ini lebih kecil dengan yang dikatakan Direktur Utama CNKO, Henry Sitanggang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 6 Desember 2012 yang menyatakan bahwa belanja modal CNKO dianggarkan Rp 2,3 triliun dan digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa pengembangan coal terminal, pengembangan infrastruktur dan logistik. “Dana tersebut akan diperoleh dari dana perolehan penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu (rights issue) sementara sisanya dari pinjaman perbankan, “ungkapnya.

Sementara itu, diproyeksikan dana yang diperoleh dari right issue akan mencapai Rp 2,35 triliun, yang diperoleh dari penjualan saham baru yang dilepas sejumlah 4.709.810.635 lembar saham dengan harga per lembar saham yang dipatok Rp 500. Dari jumlah tersebut, kata dia, sebagian besar akan digunakan untuk akuisisi 99,7% saham PT Energy Batubara Indonesia (EBI).

Sebagai informasi, sepanjang kuartal pertama tahun ini, perseroan memperkirakan sanggup menjual batubara ke pihak ketiga sekitar 775.000 ton. Salah satunya adalah ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Henry Sitanggang menuturkan, target tersebut dihitung dengan asumsi target penjualan CNKO di tahun ini sebesar 3,1 juta ton. Dirinya optimis target penjualan batubara bisa tercapai. Untuk mengejar target itu, selain melempar ke pasar domestik, CNKO juga akan mengekspor batubara ke beberapa negara, seperti Malaysia dan Korea Selatan. (nurul)

Related posts