Kinerja Sektor Telekomunikasi Masih Berat - Dampak Bisnis Kompetitif

NERACA

Jakarta- Ketatnya persaingan dalam industri telekomunikasi dinilai menjadi salah satu hambatan bagi sejumlah emiten yang bergerak di sektor tersebut untuk dapat bertumbuh signifikan. Sehingga bukan hanya efisiensi yang dibutuhkan, namun juga diperlukan komitmen untuk melakukan ekspansi bisnis. “Persaingan semakin ketat, sementara pasar yang ada terbatas, ditambah dengan adanya persaingan harga.” kata analis saham dari Trust Securities, Reza Priyambada, di Jakarta, Selasa (7/5).

Menurutnya, dengan semakin kompetitifnya persaingan, emiten yang bergerak di sektor tersebut ditantang untuk melakukan efisiensi agar dapat mempertahankan posisinya. Tidak hanya dari sisi biaya operasional, namun juga kemampuan pihak manajemen untuk menekan utang. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung kinerja perusahaan dan menjaga tata kelola perusahaan secara positif. “Mereka harus pintar-pintar efisiensikan biaya.” ujarnya.

Dari sejumlah emiten besar di sektor ini, sebut saja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Perseroan tersebut, kata Reza, menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi yang berhasil melakukan diversifikasi usaha untuk memacu pertumbuhan kinerjanya. “Seperti TLKM yang sudah melakukan diversifikasi usaha, antara lain perusahaan memiliki fixed line, seluler, pay TV, layanan serat optik. Laporan keuangannya pun masih terjaga.” jelasnya.

Pada kuartal pertama 2013, TLKM mencatatkan pendapatan naik 9,8% menjadi Rp 19,5 triliun dibandingkan dengan pendapatan kuartal pertama 2012 pada Rp 17,8 triliun. Laba usaha perseroan selama kuartal pertama 2013 naik sebesar 8,5% menjadi Rp 6,6 triliun dibandingkan Rp 6,2 triliun. Marjin laba usaha selama kuartal berada pada tingkatan 35%, sebanding dengan tingkatan pada periode sama tahun lalu. Laba bersih kuartal pertama 2013 tercatat Rp 3,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,3 triliun.

Pencapaian tersebut dinilai lebih positif jika dibandingkan dengan kedua emiten telekomunikasi lainnya seperti PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Pendapatan Indosat di kuartal pertama 2013 sebesar Rp 5,78 triliun atau naik 16% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 4,9 triliun. Sementara EBITDA yang dihasilkan di triwulan pertama 2013 sebesar Rp 2,77 triliun atau naik 12% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,4 triliun. EBITDA margin turun dari 50% menjadi 48% di triwulan pertama 2013.

Sementara EXCL, mencatatkan pertumbuhan pendapatan perseroan pada kuartal pertama 2013 sebesar 2% YoY (Year on Year) menjadi Rp 5,05 triliun, yang dipicu oleh kenaikan pendapatan layanan data sebesar 16%. Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 40% dan laba bersih sebesar Rp 316 miliar selama kuartal pertama 2013.

Pencapaian kinerja EXCL tersebut dinilai karena dipengaruhi beban rugi kurs yang harus ditanggung XL sebesar Rp. 26 milliar, sehingga pada akhirnya laba XL hanya sebesar Rp 316 milliar. Sementara aktifitas pembiayaan dan jumlah hutang XL meningkat menjadi Rp 14,7 triliun dari tahun sebelumnya Rp 11,5 triliun, dan hutang bersih/EBITDA meningkat dari 1,0x menjadi 1.5x. (lia)

BERITA TERKAIT

Sentimen Negatif Global Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan Kamis (7/11), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup melemah seiring…

Relokasi Kantor Wilayah - BTN Bidik DPK Kanwil 3 Tembus Rp 22 Triliun

NERACA Surabaya - Menjelang penghujung tahun 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbenah dalam meningkatkan kinerjanya dengan pengembangan proses…

Penetrasi Pasar di Jawa Tengah - MAP Boga Adiperkasa Buka Gerai di Semarang

NERACA Jakarta – Masih terjaganya pertumbuhan bisnis PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) di kuartal tiga tahun ini dengan membukukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transformasi Digital Memacu Kinerja Pelindo II

Komitmen untuk menekan biaya logistik dan bongkar muat di pelabuhan yang dituding masih tinggi terus menjadi perhatian PT Pelabuhan Indonesia…

LPCK Serah Terima Apartemen Glendale Park

NERACA Cikarang - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) melakukan serah terima secara bertahap 508 unit apartemen Glendale Park di Orange…

Korindo Mengancam Untuk Mengubur Kebenaran

Forest Stewardship Council (FSC), Dewan Sertifikasi Global untuk pengelolaan hutan secara bertanggung jawab, menjadwalkan untuk merilis kesimpulan dari temuan-temuan investigasi…