IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Masih derasnya aksi beli investor memicu pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menguat. Tercatat diakhir perdagangan Selasa kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 50,918 poin (1,02%) ke level 5.042,789. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 7,904 poin (0,93%) ke level 853,844.

Kepala Riset eTrading Securities, Bertrand Raynaldi mengatakan, pelaku pasar asing tercatat melakukan jual bersih di pasar reguler sebesar Rp364 miliar, “Saham yang paling banyak dijual antara lain Astra International (ASII), telekomunikasi Indonesia (TLKM), Indofood Sukses Makmur (INDF),”katanya di Jakarta, Selasa (7/5)

Kendatipun demikian, menurutnya, secara teknikal kenaikan IHSG BEI pada Selasa kemarin. menghasilkan sinyal penguatan yang juga didukung adanya peningkatan volume perdagangan. Oleh karena itu, dirinya memproyeksikan indeks BEI Rabu akan menguat di kisaran 4.950-5.100 poin, “Saham-saham yang dapat diperhatikan, yakni Lippo Karawaci (LPKR), Panin Financial (PNLF) dan Wijaya Karya (WIKA),”ujarnya.

Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, IHSG BEI ditutup menguat didorong oleh sentimen positif dari bursa kawasan Asia menyusul langkah bank sentral Australia menurunkan suku bunga.

Dirinya memproyeksikan, indeks BEI akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas, “Pergerakan indeks saham domestik masih dibayangi oleh penantian kebijakan BBM bersubsidi disamping ancaman kenaikan inflasi menjelang tengah tahun,”tandasnya.

Pada perdagangan kemarin, peruburuan pelaku pasar terhadap saham-saham unggulan masih mendorong penguatan indeks BEI disamping sentimen positif menguatnya bursa regional. Saham-saham tambang jadi penghambat penguatan indeks kemarin dengan koreksi sektornya sebanyak 0,06%. Sembilan sektor berhasil menguat, dipimpin oleh sektor konstruksi yang melesat hingga 2%.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 173.644 kali pada volume 6,247 miliar lembar saham senilai Rp 6,609 triliun. Sebanyak 184 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan kompak menguat. Sentimen positif datang dari Wall Street, di mana Indeks S&P mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 9.500 ke Rp 344.500, Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 21.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.550 ke Rp 51.700, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 950 ke Rp 4.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 1.000 ke Rp 11.500, Lionmesh (LMSH) turun Rp 500 ke Rp 15.500, Century Textile (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 5.600, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 17.200.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 38,769 poin (0,78%) ke level 5.030,640. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,843 poin (0,81%) ke level 852,783. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 93.964 kali pada volume 2,989 miliar lembar saham senilai Rp 2,787 triliun. Sebanyak 152 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 340.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 ke Rp 51.300, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 950 ke Rp 4.750, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 550 ke Rp 8.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 500 ke Rp 15.500, Century Textile (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 5.600, Mayora(MYOR) turun Rp 450 ke Rp 32.300, dan Unilever (UNVR) turun Rp 350 ke Rp 26.650.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka turun 0,33 poin atau 0,01% ke posisi 4.991,54, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,08 poin (0,01%) ke level 845,86, “IHSG BEI dibuka melemah tipis, beberapa investor masih ada yang mengambil posisi ambil untung. Namun pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup positif menahan pelemahan lebih dalam,\" kata analis Trust Securities, Reza Priyambada.

Dia menambahkan, kondisi itu dapat membuat indeks BEI memiliki peluang untuk kembali menguat, ditambah kondisi saham global yang cenderung berada dalam area positif.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, indeks BEI cenderung bergerak berfluktuasi namun dengan kecenderungan berada dalam tren penguatan, “IHSG BEI berada di atas level psikologis 4.900 poin, kondisi itu menunjukan bahwa indeks saham domestik sudah kembali dalam jalur penguatan,\"tandasnya.

Oleh karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, yakni Lippo Karawaci (LPKR), Bank Jabar (BJBR), Astra International (ASII), Bumi Resources (BUMI). Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng pada Selasa dibuka menguat 7,32 poin (0,03%) ke level 22.922,41, indeks Nikkei-225 naik 375,95 poin (2,75%) ke level 14.069,99, dan Straits Times menguat 10,02 poin (0,30%) ke posisi 3.392,31. (bani)

Related posts