Pemerintah Ingin Aktifkan Frans Kaisiepo

NERACA

Jakarta - Pemerintah berencana mengaktifkan kembali pelayanan penerbangan internasional di Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak, Papua. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, kedatangan Gubernur Papua, Lukas Enembe, ke Jakarta bermaksud untuk melaksanakan rapat koordinasi (rakor) guna memperkuat pembagunan di Papua. “Ada usulaan agar Biak yang selama ini relatif tidak lagi menjadi penerbangaan internasional diaktifkan kembali fungsinya agar menjadi salah satu destinasi maupun untuk jalur penerbangaan internasional,” ujar Hatta, kemarin. Sebelumnya, kata dia, bandara di Biak tersebut difungsikan untuk penerbangan ke pantai barat Amerika Serikat (AS).

Namun, ungkap Hatta, Bandar Udara Frans Kaisiepo ini sejak lama tak lagi berfungsi untuk penerbangan internasional. “Nah, kita sampai sekarang belum lagi terbang ke AS. Jadi nanti kalau kita terbang ke AS, Garuda Indonesia bisa saja menempatkan Biak sebagai jalur penerbangan ke sana,” terangnya. Oleh karena itu, dirinya akan membuat promosi khusus Biak supaya menjadi daerah pariwisata plus industri berbasis maritim.

Ini yang kita bisa promosi, sebagaimana kita promosikan Morotai dan saya sudah minta KP3EI untuk membuat desainnya,” jelas dia. Bupati Kabupaten Biak Numfor, Yusuf Melianus Maryen, menuturkan jika kelak penerbangan internasional melalui Bandar Udara Frans Kaisiepo kembali diaktifkan, maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta menggairahkan arus kunjungan wisatawan, baik ke Biak maupun kabupaten lain di Papua.

Bandar Udara Frans Kaisiepo pernah beroperasi melayani penerbangan internasional pada 1980 dengan tujuan Biak-Honolulu-Los Angeles. Karena itu, Biak kian dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan asing. Namun, ketika jalur penerbangan internasional dihentikan dengan alasan tertentu, otomatis aktivitas kunjungan wisatawan asing ke sana menurun dan berdampak pada berkurangnya pendapatan pengelolaan bandara. Bandara yang memiliki panjang landasan di atas 3.500 kilometer ini hanya melayani penerbangan reguler dalam negeri tujuan Jayapura-Makassar-Surabaya dan Jakarta dengan pesawat Boing 737 Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Merpati. Sedangkan untuk rute penerbangan antarkota di Papua seperti Biak-Numfor, Biak-Serui, Biak-Nabire saat ini dilayani pesawat kecil jenis twin otter dari Susi Air dan Merpati. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Erajaya Agresif Ingin Buka 250 Toko di 2018

      NERACA   Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) secara agresif akan membuka gerai sebanyak 250 toko…

Chitose Targetkan Penjualan Rp 387 Miliar - Bidik Proyek Pemerintah

NERACA Jakarta – Memanfaatkan beberapa proyek pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan yang kenaikan anggaran yang cukup besar, emiten produsen…

Mengapa Pemerintah Tidak Mendukung BPR?

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pengamat Perbankan Siapa yang peduli dengan nasib bank perkreditan rakyat (BPR). Pemerintah? Tidak juga. Justru, kebijakan-kebijakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tak Lakukan Perbaikan Kebijakan, Target Pertumbuhan Sulit Dicapai

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi…

Ego Sektoral Antara Mendag dan Mentan Soal Impor Bawang Putih

  NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Michael Wattimena menilai ada ego sektoral antara Menteri Pertanian Andi…

Teknologi Digital Jadi Peluang UMKM Kembangkan Akses Pasar

      NERACA   Jakarta - Ekonomi digital di tanah air yang sedang berkembang saat ini, memiliki potensi sebagai…